Rupiah Selasa Tembus Rp 17.728, Siklus Bulan Dividen Salah Satu Pemicu Permintaan Dolar Naik
Rupiah Selasa Tembus Rp 17.728, Siklus Bulan Dividen Salah Satu Pemicu Permintaan Dolar Naik

Rupiah Selasa Tembus Rp 17.728, Siklus Bulan Dividen Salah Satu Pemicu Permintaan Dolar Naik

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah pada Selasa, 19 Mei 2024, pukul 11.02 WIB tercatat melemah 60 poin atau sekitar 0,34 persen, menguatkan dolar Amerika Serikat menjadi Rp 17.728 per dolar.

Kenaikan nilai tukar dolar ini dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya masuknya arus permintaan dolar yang dipengaruhi oleh siklus dividen bulanan. Pada bulan ini, banyak perusahaan publik di Indonesia mengumumkan pembayaran dividen, yang biasanya menyebabkan investor institusi dan ritel mengalihkan dana dari pasar saham ke mata uang asing untuk melindungi nilai dividen mereka.

Selain faktor dividen, data inflasi yang masih berada di atas target Bank Indonesia serta ekspektasi kebijakan moneter yang ketat turut menambah tekanan pada rupiah. Investor juga memperhatikan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat, dimana keputusan Federal Reserve yang cenderung menaikkan suku bunga memperkuat dolar secara global.

Bank Indonesia (BI) menanggapi pergerakan ini dengan menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar bila diperlukan. Namun, BI juga mengingatkan bahwa volatilitas nilai tukar dapat berlanjut selama periode ketidakpastian ekonomi global.

Berikut ringkasan faktor-faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah pada hari Selasa:

  • Dividen bulanan: Penarikan dana untuk pembayaran dividen meningkatkan permintaan dolar.
  • Inflasi domestik: Tekanan inflasi yang tinggi mengurangi daya beli rupiah.
  • Kebijakan moneter AS: Kenaikan suku bunga Federal Reserve memperkuat dolar.
  • Intervensi BI: Kemungkinan intervensi untuk menstabilkan pasar.

Para analis memperkirakan bahwa rupiah dapat tetap berada dalam kisaran Rp 17.500‑Rp 17.800 per dolar dalam beberapa minggu ke depan, tergantung pada perkembangan data ekonomi domestik serta kebijakan moneter global.