Malam Pertama Batal, Baru Selesai Ijab Kabul, Pengantin Pria di Garut Langsung Diciduk Polisi Akibat Kasus Curanmor
Malam Pertama Batal, Baru Selesai Ijab Kabul, Pengantin Pria di Garut Langsung Diciduk Polisi Akibat Kasus Curanmor

Malam Pertama Batal, Baru Selesai Ijab Kabul, Pengantin Pria di Garut Langsung Diciduk Polisi Akibat Kasus Curanmor

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Sejumlah warga Garut dikejutkan ketika sebuah pernikahan yang baru saja menyelesaikan prosesi ijab kabul berakhir dengan penangkapan pengantin pria oleh aparat kepolisian.

Kasus curanmor yang melibatkan motor-modifikasi dengan kecepatan tinggi telah menjadi sorotan pihak berwenang karena menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan dan pejalan kaki. Polisi mengungkap bahwa tersangka diduga menjadi anggota kelompok yang secara rutin menggelar balapan ilegal di jalan raya utama Bandung, serta terlibat dalam peredaran suku cadang motor yang tidak standar.

  • Waktu kejadian: 26 Mei 2024, sekitar pukul 20.00 WIB.
  • Lokasi: Gedung pernikahan di Kecamatan Garut Selatan.
  • Alasan penangkapan: Dugaan pelanggaran Undang‑Undang Lalu Lintas dan Kode Etik Berkendara terkait balapan liar.
  • Identitas tersangka: Pria berusia 28 tahun, warga Garut, belum disebutkan nama lengkapnya.

Polisi Garut menyatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah memperoleh surat perintah penahanan dari Kepolisian Resor Bandung, mengingat adanya bukti video dan saksi mata yang menegaskan kehadiran tersangka dalam aksi balapan tersebut. Petugas juga menyita satu motor sport berjenis sportbike yang diduga menjadi sarana utama dalam aksi curanmor.

Para tamu pernikahan, yang awalnya menantikan perayaan, kini harus menyaksikan proses penyerahan tersangka kepada pihak berwenang. Beberapa di antaranya mengaku merasa kecewa dan mengkhawatirkan dampak sosial yang timbul akibat tindakan kriminal semacam ini, terutama bila melibatkan anggota keluarga atau kenalan dekat.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap praktik balapan liar, baik di Bandung maupun di wilayah lain, dan akan terus melakukan razia intensif. Mereka juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan kegiatan mencurigakan yang dapat membahayakan keselamatan umum.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa tindakan kriminal dapat memengaruhi aspek kehidupan pribadi, termasuk momen penting seperti pernikahan. Sementara proses hukum masih berjalan, keluarga pengantin diharapkan dapat memperoleh bantuan hukum dan dukungan psikologis.