LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Manchester United kembali menjadi sorotan setelah bek kiri veteran, Luke Shaw, menorehkan penampilan konsisten sepanjang musim 2025/2026. Tidak hanya mengisi semua 37 pertandingan Premier League, ia juga mencetak gol pertamanya sejak Januari 2023 dalam kemenangan 3-2 melawan Nottingham Forest. Performa tersebut memicu dukungan publik dari mantan gelandang United, Michael Carrick, yang menilai Shaw pantas mendapatkan panggilan kembali ke tim nasional Inggris menjelang Piala Dunia 2026.
Michael Carrick Tegaskan Kelayakan Shaw
Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada 18 Mei 2026, Carrick menegaskan bahwa kualitas, pengalaman, dan konsistensi Shaw menjadi alasan utama mengapa pemain berusia 30 tahun itu harus dipertimbangkan oleh pelatih Inggris, Thomas Tuchel. “Saya tentu berpikir begitu, ya. Saya tidak punya banyak pengaruh dalam hal ini, tetapi saya tentu berpikir begitu,” ujar Carrick. Ia menambahkan bahwa kontribusi Shaw di level klub menunjukkan tingkat kebugaran dan kedewasaan yang sangat dibutuhkan dalam turnamen besar.
Performa Klub yang Menjadi Penentu
Setelah dua musim terdahulu yang banyak diwarnai cedera—hanya 19 penampilan Premier League—Shaw kembali menjadi pemain inti. Penampilannya yang hampir selalu ada di lapangan, termasuk gol krusial melawan Nottingham Forest, menandai kebangkitan kariernya. Carrick menyoroti bahwa kemampuan Shaw dalam menjaga kebugaran dan mengelola tubuhnya menjadi aset penting, terutama mengingat jadwal padat kompetisi di tingkat internasional.
- Menjadi pemain starter di semua 37 pertandingan Premier League musim ini.
- Mencetak gol pertama sejak 2023 dalam kemenangan 3-2 melawan Nottingham Forest.
- Menjaga kebugaran tanpa cedera signifikan selama lebih dari tiga bulan berturut‑turut.
Posisi Shaw dalam Rencana Nasional
Thomas Tuchel telah menyerahkan daftar 55 pemain kepada FIFA sebagai long‑list Piala Dunia. Shaw termasuk dalam daftar tersebut, namun belum masuk dalam 35‑player squad untuk laga persahabatan Maret melawan Uruguay dan Jepang. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas Tuchel pada posisi bek kiri. Di sisi lain, pemain muda Nico O’Reilly, yang beralih dari gelandang menjadi bek kiri di bawah Pep Guardiola, menjadi pilihan utama di Inggris. Namun, Carrick berpendapat bahwa variasi dan keandalan yang dibawa Shaw dapat menjadi faktor penentu bagi Tuchel.
Peran Shaw di Manchester United Musim Depan
Meski United tengah mencari opsi bek kiri tambahan pada bursa transfer musim panas, Carrick menegaskan bahwa pengalaman Shaw tetap bernilai tinggi. “Dia berada pada tahap di mana dia memiliki banyak pengalaman, dia sudah lama di klub, dia tahu tekanan kompetisi besar,” kata Carrick. Shaw diperkirakan akan tetap menjadi pemain rotasi, memberikan kepemimpinan kepada pemain muda, serta mengisi posisi bila ada kebutuhan taktis atau cedera.
Reaksi Publik dan Media
Berita dukungan Carrick mendapat sorotan luas di media olahraga, termasuk BBC Sport dan platform lokal seperti Bola.net. Pengamat menilai bahwa suara mantan kapten United memiliki bobot moral, meski tidak secara langsung memengaruhi keputusan Tuchel. Pada akhirnya, keputusan akhir akan tergantung pada evaluasi kebugaran, taktik, dan kebutuhan skuad pada saat pengumuman resmi pada Jumat mendatang.
Jika Shaw terpilih, ia akan menjadi contoh nyata kebangkitan seorang pemain yang berhasil mengatasi masa lalu cedera dan kembali menunjukkan nilai pada level tertinggi. Sebaliknya, kegagalan masuk skuad dapat menjadi motivasi bagi generasi baru untuk mengisi kekosongan di posisi bek kiri.
Dengan kombinasi pengalaman klub, kontribusi gol, serta dukungan publik yang kuat, Luke Shaw berada pada posisi yang menguntungkan untuk kembali mengibarkan bendera Three Lions di Piala Dunia 2026.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet