Pemprov Aceh Tantang INKINDO Bikin Perencanaan Infrastruktur Tangguh
Pemprov Aceh Tantang INKINDO Bikin Perencanaan Infrastruktur Tangguh

Pemprov Aceh Tantang INKINDO Bikin Perencanaan Infrastruktur Tangguh

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Aceh menegaskan kebutuhan mendesak untuk memperkuat perencanaan infrastruktur di wilayah yang rawan bencana. Dalam sebuah pernyataan resmi, Gubernur Aceh mengajak Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Cabang Aceh untuk menyusun strategi pembangunan yang adaptif, berkelanjutan, serta menitikberatkan pada mitigasi risiko.

Wilayah Aceh secara historis sering dilanda gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Oleh karena itu, perencanaan tradisional yang hanya mengedepankan aspek ekonomi dianggap kurang memadai. Pemerintah mengharapkan konsultan profesional dapat mengintegrasikan data geologi, iklim, dan sosial‑ekonomi dalam setiap tahap perencanaan.

Berikut adalah beberapa fokus utama yang disampaikan oleh Pemprov:

  • Adaptivitas: Desain harus fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi alam yang cepat.
  • Keberlanjutan: Penggunaan material ramah lingkungan dan teknologi hemat energi menjadi prioritas.
  • Mitigasi Risiko: Analisis risiko bencana harus menjadi dasar penentuan lokasi, jenis struktur, dan sistem evakuasi.
  • Keterlibatan Masyarakat: Partisipasi warga lokal diperlukan untuk memastikan solusi yang relevan dan dapat diterima.

INKINDO Aceh merespon tantangan tersebut dengan membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari ahli geoteknik, perencana kota, dan pakar kebencanaan. Tim ini akan melakukan pemetaan kerentanan, penyusunan skenario bencana, serta penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

Selain itu, INKINDO berencana mengadakan serangkaian lokakarya bagi pelaku pembangunan, termasuk kontraktor, pengembang, dan lembaga keuangan, guna meningkatkan kapasitas teknis dalam menerapkan standar infrastruktur tangguh.

Pemprov Aceh menargetkan bahwa hasil perencanaan awal dapat diselesaikan dalam enam bulan ke depan, dengan harapan implementasi proyek infrastruktur baru dapat dimulai pada awal tahun berikutnya.