LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, kembali mengkritik tindakan tentara Israel yang menahan lebih dari seratus aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Anwar menuntut agar Israel memberikan jaminan keamanan bagi para aktivis dan segera membebaskan mereka.
Penahanan tersebut terjadi setelah GSF mencoba memasuki wilayah laut Gaza untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan. Israel menanggapi dengan menginterogasi dan menahan para aktivis, menyebut tindakan mereka sebagai ancaman keamanan.
Anwar menegaskan bahwa penahanan ini melanggar prinsip hak asasi manusia dan menambah penderitaan rakyat Palestina. Ia meminta komunitas internasional, khususnya PBB, untuk menekan Israel agar mematuhi standar kemanusiaan internasional.
- Jaminan keselamatan bagi semua aktivis yang ditahan.
- Pembebasan segera tanpa syarat.
- Penyelidikan independen atas tindakan penahanan.
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Istana Seri Perdana, Kuala Lumpur, dan mendapat dukungan dari sejumlah organisasi hak asasi manusia serta negara‑negara Muslim di Asia Tenggara.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet