LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Jalur Gaza kini menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah, memengaruhi ribuan warga yang menderita hipertensi. Layanan medis melaporkan peningkatan kasus komplikasi karena terbatasnya pasokan obat, listrik, dan air bersih.
Para dokter menyebutkan bahwa hampir 70% pasien hipertensi tidak dapat mengakses obat antihipertensi secara rutin. Tanpa perawatan yang konsisten, risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal meningkat tajam.
| Faktor | Dampak pada Pasien |
|---|---|
| Kekurangan Obat | Penurunan kontrol tekanan darah, peningkatan komplikasi |
| Keterbatasan Listrik | Alat pengukur tekanan darah tidak berfungsi, penyimpanan obat terancam |
| Kurangnya Air Bersih | Kesulitan dalam menjaga pola hidup sehat, peningkatan stres |
Selain itu, penutupan rumah sakit akibat serangan udara memaksa banyak klinik beroperasi dengan kapasitas terbatas. Tim medis mengimbau komunitas internasional untuk mempercepat pengiriman bantuan medis, terutama obat-obatan antihipertensi, alat monitor, dan sumber listrik darurat.
- Perkiraan jumlah pasien hipertensi di Gaza: sekitar 40.000 orang.
- Persentase pasien yang melaporkan tidak mendapat obat selama lebih dari satu minggu: 68%.
- Angka kematian terkait komplikasi hipertensi diproyeksikan naik 25% dalam tiga bulan mendatang jika situasi tidak membaik.
Dengan kondisi yang terus memburuk, para ahli menekankan pentingnya intervensi segera untuk mencegah lonjakan angka kematian dan menurunkan beban jangka panjang pada sistem kesehatan Gaza.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet