Ronda Rousey Kalahkan Gina Carano dalam 17 Detik: Kontroversi, Duit, dan Viral Kisses yang Palsu
Ronda Rousey Kalahkan Gina Carano dalam 17 Detik: Kontroversi, Duit, dan Viral Kisses yang Palsu

Ronda Rousey Kalahkan Gina Carano dalam 17 Detik: Kontroversi, Duit, dan Viral Kisses yang Palsu

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Sabtu malam di Intuit Dome, Inglewood, California, dua legenda wanita MMA, Ronda Rousey dan Gina Carano, menampilkan pertarungan ganda yang telah lama dinantikan. Pertarungan ini menjadi sorotan utama platform streaming Netflix, menandai kembali ke arena bagi kedua petarung setelah bertahun‑tahun menggeluti karier di luar oktagon.

Sejak bel pertama berbunyi, Rousey langsung melancarkan serangan agresif. Dalam hitungan detik, ia berhasil mengunci armbar khasnya pada lengan Carano, memaksa lawannya menyerah setelah hanya 17 detik. Kemenangan cepat ini menegaskan kembali reputasi Rousey sebagai petarung yang mampu menutup pertarungan dalam hitungan detik, sebuah prestasi yang pernah ia raih delapan kali selama masa kejayaannya pada awal 2010-an.

Gina Carano, yang berusia 44 tahun, kembali ke sangkar pertarungan pertama kalinya sejak 2009 setelah meniti karier akting yang sukses, termasuk perannya dalam serial “The Mandalorian” yang kemudian berujung pada pemecatan kontroversial pada 2021 karena komentar media sosialnya. Meskipun demikian, Carano mengungkapkan kebanggaan pribadi atas kesempatan kembali ke MMA, menyatakan bahwa masuk ke dalam sangkar setelah 17 tahun merupakan kemenangan tersendiri baginya.

Ronda Rousey, yang berusia 39 tahun, menutup kariernya di MMA dengan pertarungan ini. Ia menegaskan bahwa keputusan “one and done” merupakan bagian dari rencana hidupnya bersama suami Travis Brown dan rencana memperluas keluarga. Pernyataan Rousey pada acara CBS Mornings menegaskan bahwa ia ingin mengakhiri kariernya pada catatan tertinggi, sambil menyoroti kembali kecintaannya pada seni bela diri setelah beberapa tahun menjauh.

Secara finansial, pertarungan singkat ini menghasilkan pendapatan fantastis bagi kedua belah pihak. Menurut laporan Forbes, Carano menerima sekitar US$1,05 juta, sementara Rousey memperoleh US$2,2 juta. Kedua angka tersebut belum termasuk potensi tambahan dari hak siar, penjualan tiket, atau bonus lainnya, yang kemungkinan besar meningkatkan total pendapatan mereka secara signifikan.

  • Gina Carano: US$1,05 juta (purse utama)
  • Ronda Rousey: US$2,2 juta (purse utama)
  • Potensi tambahan: hak siar Netflix, penjualan tiket, merchandise

Setelah pertarungan berakhir, media sosial dibanjiri gambar yang mengklaim bahwa Carano dan Rousey berciuman di atas arena. Namun, pemeriksaan fakta mengungkap bahwa foto‑foto tersebut diambil dari sebuah posting di X (Twitter) yang hanya menampilkan keduanya berpelukan sebagai bentuk penghormatan, bukan ciuman. Klaim viral tersebut kemudian dinyatakan palsu, menambah lapisan kebingungan di antara para penggemar.

Reaksi publik tidak hanya terbatas pada rumor foto. Banyak penggemar mengekspresikan kekecewaan karena pertarungan selesai dalam hitungan detik, menganggapnya sebagai “pertarungan yang dipaksakan” atau bahkan “fix”. Beberapa komentar menyoroti rasa tidak adil bahwa atlet berlatih keras selama berbulan‑bulan untuk sebuah pertarungan yang berakhir begitu cepat, sementara tetap menerima bayaran jutaan dolar.

Selain pertarungan utama, kartu pertarungan (fight card) juga menyajikan aksi menarik, termasuk kemenangan Francis Ngannou atas Philipe Lins pada ronde pertama, serta kemenangan Mike Perry melawan Nate Diaz setelah pertarungan dihentikan di ronde kedua. Keberhasilan para petarung lain menambah nilai hiburan bagi penonton meski sorotan utama tetap pada duel Rousey‑Carano.

Kesimpulannya, pertarungan 17 detik antara Ronda Rousey dan Gina Carano tidak hanya mencetak rekor kecepatan, tetapi juga memicu perdebatan tentang nilai hiburan, transparansi keuangan, dan dampak media sosial pada persepsi publik. Sementara Rousey menutup babak kariernya dengan kemenangan gemilang, Carano kembali ke arena dengan semangat baru meski harus menerima kekalahan cepat. Kedua tokoh ini tetap menjadi simbol evolusi MMA wanita, sekaligus menunjukkan betapa kuatnya pengaruh platform streaming dan jaringan sosial dalam membentuk narasi olahraga modern.