Menjaga ketahanan pangan dengan tumbuhkan cinta bertani pada generasi muda
Menjaga ketahanan pangan dengan tumbuhkan cinta bertani pada generasi muda

Menjaga ketahanan pangan dengan tumbuhkan cinta bertani pada generasi muda

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Ketahanan pangan tidak hanya diukur dari jumlah beras yang tersimpan di gudang, melainkan dari kemampuan generasi mendatang untuk mengelola lahan, memproduksi makanan, dan berinovasi dalam sektor pertanian.

Pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta telah meluncurkan beragam program yang menargetkan siswa, mahasiswa, dan pemuda desa. Contohnya adalah kebun sekolah, kompetisi pertanian tingkat nasional, serta beasiswa khusus bagi yang ingin menekuni bidang agrikultur.

Berikut beberapa langkah konkret yang dapat memperkuat rasa cinta bertani di kalangan muda:

  • Integrasi mata pelajaran pertanian ke dalam kurikulum sekolah menengah dan perguruan tinggi.
  • Penyediaan lahan percobaan atau kebun komunitas di lingkungan sekolah untuk praktik langsung.
  • Pelatihan keterampilan digital, seperti penggunaan aplikasi pemetaan lahan dan sensor tanah, bagi petani muda.
  • Pemberian kemudahan akses kredit mikro dan pendanaan startup agritech yang berfokus pada solusi pertanian berkelanjutan.

Jika langkah‑langkah tersebut dijalankan secara konsisten, dampaknya akan terasa dalam peningkatan produksi pangan lokal, penurunan ketergantungan impor, serta terciptanya lapangan kerja baru di sektor pertanian.

Selain itu, mengubah persepsi sosial tentang pertanian sangat penting. Media dapat menayangkan kisah sukses petani muda, pemerintah dapat memberikan penghargaan bagi inovator agrikultur, dan kegiatan komunitas dapat memperkuat rasa kebersamaan di antara para petani muda.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, swasta, dan masyarakat, generasi muda dapat menjadi motor penggerak utama ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan.