Drama di Subaru Park: Union Gagal Menang, Crew Pecat Pelatih setelah Seri 1-1
Drama di Subaru Park: Union Gagal Menang, Crew Pecat Pelatih setelah Seri 1-1

Drama di Subaru Park: Union Gagal Menang, Crew Pecat Pelatih setelah Seri 1-1

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Pertandingan antara Philadelphia Union dan Columbus Crew pada Sabtu malam di Subaru Park berakhir dengan skor 1-1, menambah daftar hasil yang mengecewakan bagi kedua tim. Gol tunggal Milan Iloski pada menit ke-70 menjadi satu-satunya poin yang didapat Union, sementara Columbus mencuri hasil imbang lewat gol dari Hugo Picard pada menit ke-10.

Jalannya Laga

Sejak bunyi peluit pertama, Columbus langsung menekan pertahanan Union. Pada menit ke-10, corner kiri yang dipotong cepat oleh Ben Bender menghasilkan umpan silang ke area kotak penalti. Hugo Picard, yang berada di posisi yang tepat, melepaskan tembakan keras yang melesat ke sudut atas gawang, menjadikannya satu-satunya tembakan tepat sasaran Crew dalam lima percobaan mereka.

Union berusaha bangkit, namun serangan mereka masih terbatas. Agustin Anello dan Bruno Damiani hanya mencatat satu sentuhan masing-masing di dalam kotak penalti, tanpa menghasilkan peluang tembakan. Pada pertengahan babak pertama, Union hanya mengumpulkan 12 tembakan dengan hanya satu yang mengarah ke gawang.

Memasuki babak kedua, Union memperbaiki lini pertahanan dan berhasil menahan serangan Crew yang semakin terdesak. Pada menit ke-70, Milan Iloski memanfaatkan kesalahan pertahanan Crew, menerima umpan pendek dari Anello, lalu menembakkan bola ke sudut kanan gawang, menambah skor Union menjadi 1-1.

Konsekuensi di Luar Lapangan

Kekalahan atau hasil imbang ini menjadi titik balik bagi Columbus Crew yang pada hari berikutnya mengumumkan pemecatan kepala pelatih Henrik Rydström. Rydström, yang bergabung pada Desember 2025 dengan catatan mengantarkan Malmö FF menjadi juara liga Swedia dua kali berturut-turut, tidak berhasil mengulang kesuksesan tersebut di MLS. Rekornya di Columbus berakhir 5 kemenangan, 7 kekalahan, dan 4 hasil seri dalam 16 laga, termasuk catatan 3-4-7 di MLS sebelum pemecatan.

General Manager Issa Tall mengungkapkan kekecewaan atas ketidakmampuan tim memanfaatkan peluang dan menghasilkan hasil yang pantas bagi pendukung. “Kami yakin memiliki talenta yang cukup untuk bersaing secara konsisten, dan perubahan ini kami rasa paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut menjelang sisa musim,” katanya.

Laurent Courtois, asisten pelatih yang sebelumnya memimpin tim afiliasi Columbus Crew 2 meraih gelar MLS NEXT Pro pada 2022, ditunjuk menjadi pelatih interim. Courtois sebelumnya pernah melatih CF Montréal pada awal 2024, namun masa jabatannya hanya berlangsung 14 bulan.

Bagaimana Posisi Klasemen?

Setelah hasil imbang melawan Union, Columbus menempati posisi ke-13 di Eastern Conference dengan 13 poin (3 kemenangan, 7 kekalahan, 4 seri). Sementara Union berada di dasar klasemen dengan rekor 1-9-4 dan hanya mengumpulkan 7 poin, menegaskan kemungkinan mereka akan mengakhiri musim sebagai tim terburuk setelah jeda Piala Dunia.

Statistik menunjukkan Union menguasai bola dengan 12 tembakan dibandingkan 5 tembakan Crew, namun efektivitas tembakan mereka jauh di bawah. Union hanya mencatat satu gol dari enam tembakan ke gawang di Subaru Park, menandakan masalah konversi yang kronis.

Reaksi Pemain dan Manajer

Bradley Carnell, pelatih Union, mengakui kesulitan tim sejak menit awal. “Ketika kami kebobolan begitu cepat, permainan bisa dengan cepat lepas kendali. Tapi kredit untuk para pemain yang menggali lebih dalam dan tidak memberikan peluang lagi,” ujarnya.

Milan Iloski, yang mencetak satu-satunya gol Union, menyatakan kebanggaannya atas kontribusi tersebut namun mengakui masih banyak yang harus diperbaiki. “Kami harus lebih tajam di depan gawang, terutama di pertandingan penting seperti ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Hugo Picard, pencetak gol pertama Crew, menilai performanya positif meski tim masih berjuang. “Saya senang bisa membantu tim mencetak gol lebih awal, tetapi kami butuh konsistensi untuk bangkit kembali,” kata Picard.

Dengan Courtois memimpin tim di US Open Cup pada kuartal final melawan New York City FC, harapan baru muncul bagi Columbus untuk memulihkan semangat. Sementara Union harus menemukan cara untuk keluar dari zona hitam sebelum musim berakhir.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan ketidakstabilan performa kedua tim dan menambah tekanan pada manajemen masing-masing. Bagi Columbus, perubahan kepelatihan menjadi langkah drastis yang diharapkan dapat mengubah arah musim, sedangkan Union harus berjuang keras untuk menghindari relegasi simbolis di liga utama Amerika.