Rupiah Anjlok Sentuh Rp 17.671 per Dolar AS, Celios Sarankan Tunda Belanja Barang-barang Tersier
Rupiah Anjlok Sentuh Rp 17.671 per Dolar AS, Celios Sarankan Tunda Belanja Barang-barang Tersier

Rupiah Anjlok Sentuh Rp 17.671 per Dolar AS, Celios Sarankan Tunda Belanja Barang-barang Tersier

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Rupiah mengalami penurunan tajam hingga mencapai Rp17.671 per dolar Amerika Serikat pada siang hari Senin, 18 Mei 2024. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan pelaku usaha, terutama yang bergantung pada barang impor.

Beberapa faktor yang berkontribusi meliputi pelemahan nilai tukar dolar global, aliran modal keluar, serta data inflasi domestik yang masih tinggi. Nilai tukar yang melemah meningkatkan harga barang impor, termasuk produk kecantikan, hiburan digital, dan barang konsumen lainnya.

Rekomendasi Celios

Celios, pakar perencanaan keuangan, menyarankan masyarakat menunda pembelian barang-barang tersier seperti skincare, gadget hiburan, dan layanan streaming sampai situasi nilai tukar stabil. Berikut langkah praktis yang dapat diambil:

  • Prioritaskan kebutuhan pokok: Pastikan anggaran makanan, transportasi, dan tagihan rutin terpenuhi terlebih dahulu.
  • Buat catatan pengeluaran: Catat semua transaksi harian untuk mengidentifikasi kebocoran dana.
  • Gunakan metode 50/30/20: Alokasikan 50 % untuk kebutuhan esensial, 30 % untuk keinginan yang dapat ditunda, dan 20 % untuk tabungan atau dana darurat.
  • Manfaatkan promo atau bundling: Jika memang harus membeli produk tertentu, pilih penawaran paket yang memberi nilai lebih.
  • Tetapkan batas belanja non‑esensial: Misalnya maksimal 5 % dari total pendapatan bulanan.

Selain menunda pengeluaran tersier, Celios menekankan pentingnya membangun dana darurat yang dapat menutupi minimal tiga hingga enam bulan biaya hidup. Berikut contoh alokasi dana darurat dalam format tabel:

Bulan Pengeluaran Pokok (Rp) Target Dana Darurat (Rp)
1 5.000.000 2.500.000
2 5.200.000 5.200.000
3 5.400.000 8.100.000

Dengan menahan pengeluaran tidak penting dan menambah cadangan likuiditas, konsumen dapat mengurangi dampak fluktuasi nilai tukar serta menjaga kestabilan keuangan pribadi.