LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Pascal Struijk, bek tengah asal Belanda yang berusia 27 tahun, kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami masalah pada pinggulnya menjelang laga penutup Premier League antara Leeds United dan Brighton & Hove Albion pada 17 Mei 2026. Pelatih Daniel Farke mengumumkan bahwa Struijk tidak dapat masuk starting XI, sehingga posisi centre‑back diisi oleh Sebastiaan Bornauw bersama Joe Rodon dan Jaka Bijol. Cedera tersebut menambah daftar panjang pemain yang terpaksa absen, termasuk Jayden Bogle, Gabriel Gudmundsson, serta penyerang asal Ghana Noah Okafor yang mengalami cedera betis.
Keraguan Struijk di Piala Dunia 2026
Masalah kesehatan di tengah musim sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang masa depan internasional Struijk. Pada awal tahun 2026, pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, menegaskan bahwa skuad untuk Piala Dunia di Amerika Serikat masih bersaing ketat. Struijk, yang belum mendapatkan panggilan resmi, diprediksi akan mencari alternatif bila tidak terpilih. Salah satu opsi yang sempat dibicarakan media Indonesia adalah kemungkinan naturalisasi dan bergabung dengan Timnas Indonesia yang dipimpin oleh John Herdman.
Spekulasi Naturalitas ke Timnas Indonesia
John Herdman, yang kini melatih Timnas Indonesia, telah mengidentifikasi enam pemain naturalisasi tambahan dari empat negara berbeda untuk memperkuat skuad menjelang Piala AFF 2026. Nama Struijk muncul dalam percakapan tersebut sebagai bek berpengalaman yang berpotensi mengisi kekosongan di lini belakang Garuda. Jika Struijk tidak masuk dalam daftar final Belanda, peluangnya untuk beralih ke Indonesia meningkat, terutama mengingat kebijakan naturalisasi yang semakin fleksibel di AFC.
Arsenio Valpoort, mantan gelandang Indonesia yang kini bermain di Eropa, pernah menilai Indonesia “sebagai negara miskin yang gila sepakbola“, menyoroti ambisi besar negara tersebut untuk bersaing di level Asia. Kehadiran Struijk, dengan tinggi 196 cm, dapat menambah dimensi defensif yang selama ini kurang kuat.
Dampak Cedera pada Performanya di Leeds United
Di sisi klub, cedera Struijk memaksa Leeds United menyesuaikan formasi pertahanan. Tanpa Struijk, Bornauw mengambil peran utama dalam lini tiga orang bek, sementara Joe Rodon dan Jaka Bijol tetap menjadi pilar. Meskipun demikian, Leeds berhasil menahan Brighton dengan kemenangan tipis 1‑0 berkat gol penentu dari Dominic Calvert‑Lewin di menit akhir.
Pelatih Farke menilai bahwa meskipun kehilangan Struijk, kedalaman skuad tetap cukup untuk mengatasi tekanan akhir musim. Ia menambahkan bahwa proses rehabilitasi Struijk berjalan baik dan diharapkan pemain kembali fit menjelang pre‑season 2026/27.
Prospek Kontrak dan Masa Depan di Inggris
Selain pertimbangan internasional, Struijk juga berada di tengah pembicaraan kontrak dengan Leeds United. Klub mengungkapkan niat untuk mempertahankan pemain kunci, termasuk Struijk, Ethan Ampadu, dan beberapa pemain lain yang dianggap vital dalam strategi jangka panjang. Jika Struijk pulih dan menunjukkan performa stabil, kemungkinan perpanjangan kontrak menjadi lebih realistis.
Namun, keputusan akhir akan bergantung pada evaluasi medis dan kebijakan transfer klub menjelang jendela musim panas. Bila Struijk memutuskan untuk mengejar karier internasional dengan Indonesia, hal itu dapat memengaruhi status non‑EU-nya di Premier League, mengingat regulasi kuota pemain luar Uni Eropa.
Secara keseluruhan, Pascal Struijk berada pada persimpangan penting dalam kariernya. Cedera hip yang menahan penampilannya di Leeds United membuka peluang bagi klub untuk menguji alternatif, sementara spekulasi naturalisasi ke Timnas Indonesia menambah dimensi baru pada pilihan internasionalnya. Keputusan yang diambil dalam beberapa bulan mendatang akan menentukan apakah Struijk tetap menjadi bagian dari skuad Belanda, beralih ke Indonesia, atau fokus pada karier klub di Inggris.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet