Veda Ega Pratama Pukau Moto3 Catalunya 2026: Dari Posisi 20 ke Finis 8, Naik ke Peringkat 5 Klasemen
Veda Ega Pratama Pukau Moto3 Catalunya 2026: Dari Posisi 20 ke Finis 8, Naik ke Peringkat 5 Klasemen

Veda Ega Pratama Pukau Moto3 Catalunya 2026: Dari Posisi 20 ke Finis 8, Naik ke Peringkat 5 Klasemen

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Balapan Moto3 Grand Prix Catalunya 2026 yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya menjadi sorotan utama para pecinta balap motor, terutama bagi pendukung Indonesia. Dengan jadwal start pukul 16.00 WIB dan disiarkan secara nasional lewat Trans7 serta layanan streaming lokal, ribuan penonton menyaksikan aksi seru kelas ringan MotoGP. Di antara puluhan rider, Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia mencuri perhatian dengan perjalanan spektakuler dari grid belakang hingga finis di posisi kedelapan.

Jadwal dan Sesi Kualifikasi

Acara kualifikasi dibagi menjadi dua sesi, Q1 dan Q2, yang menghasilkan grid start sangat rapat. Pada Q1, Guido Pini (Leopard Racing) mencatat waktu tercepat 1:47,285, diikuti Álvaro Carpe (+0,097 detik) dan David Muñoz (+0,230 detik). Selisih waktu antar pembalap hanya sepersekian detik, menandakan kompetisi yang sengit.

Q2 memperketat persaingan lebih jauh. Valentín Perrone (Red Bull KTM Tech3) keluar sebagai pole dengan catatan 1:46,679, hanya 0,005 detik di atas pembalap terdekat. Posisi grid tetap berubah drastis hingga akhir sesi, termasuk penyesuaian penalti yang memengaruhi beberapa rider.

Hasil Kualifikasi dan Grid Penalty

Veda Ega Pratama tidak berhasil menembus Q2, berakhir di posisi 21 pada klasemen kualifikasi. Namun, karena Casey O’Gorman menerima penalti penurunan 12 grid, Veda naik satu tempat menjadi start dari baris ke‑20, bukan ke‑21 seperti semula. Perubahan ini menjadi titik awal peluang besar bagi sang rookie berusia 17 tahun.

  • Posisi start Veda: 20
  • Penalti Casey O’Gorman: turun 12 grid
  • Poin start: Veda memulai dari barisan belakang

Balapan: Aksi dari Posisi 20

Sesaat lampu start padam, Veda langsung melesat ke posisi ke‑12, menunjukkan agresivitas tinggi. Pada lap kedua, ia melorot ke urutan ke‑13, namun terus berjuang menembus rombongan terdepan. Di pertengahan balapan, Veda berhasil berada di antara tiga rider teratas, bersaing dengan Brian Uriarte, David Muñoz, dan David Almansa.

Tekanan meningkat pada lap‑11 ketika Veda sempat turun ke posisi ke‑11 setelah disalip Marco Morelli dan Casey O’Gorman. Namun, semangat juangnya tak surut. Pada dua lap terakhir, Veda kembali menyalip beberapa rival, termasuk Adrian Fernandez, dan menutup balapan dengan posisi ke‑8 setelah mengasapi Casey O’Gorman di garis finish.

Waktu finis Veda tercatat 32 menit 29,948 detik, selisih kurang dari satu detik dari pemenang Maximo Quiles (32 menit 28,964 detik). Pencapaian ini memberikan delapan poin tambahan untuk perolehan musimannya.

Poin dan Dampak pada Klasemen

Dengan tambahan delapan poin, total poin Veda mencapai 58, mengangkatnya ke peringkat kelima klasemen sementara Moto3 2026. Poin tersebut setara dengan rider asal Italia, Marco Morelli, namun Veda berada satu posisi di bawahnya karena perhitungan countback hasil finis terbaik.

Posisi kelima ini menegaskan konsistensi Veda di tengah kompetisi kelas dunia, menandai perubahan signifikan dari debutnya yang lebih banyak berada di zona tengah papan. Keberhasilan ini juga meningkatkan profil pembalap Indonesia di kancah internasional, membuka peluang sponsor dan dukungan tim lebih lanjut.

Podium balapan di Catalunya didominasi oleh Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) yang meraih kemenangan, diikuti Álvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) dan David Muñoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) masing‑masing di posisi kedua dan ketiga.

Secara keseluruhan, balapan Moto3 Catalunya 2026 menampilkan persaingan yang sangat ketat, dengan selisih waktu antar rider di kualifikasi kurang dari satu detik dan aksi overtake yang intens di lintasan. Veda Ega Pratama berhasil mengubah tantangan grid belakang menjadi peluang poin penting, sekaligus menegaskan bahwa rider muda Indonesia siap bersaing di level tertinggi.

Keberhasilan Veda di Catalunya memberikan sinyal kuat bahwa musim 2026 masih panjang untuk dijelajahi. Dengan dukungan tim, pengalaman yang terus bertambah, dan semangat juang yang tak kenal menyerah, harapan para penggemar Indonesia akan terus terpenuhi menanti penampilan selanjutnya di sirkuit-sirkuit dunia.