Presiden Prabowo Santai Soal Melemahnya Rupiah, Pengamat Soroti Risiko PHK dan Kemiskinan
Presiden Prabowo Santai Soal Melemahnya Rupiah, Pengamat Soroti Risiko PHK dan Kemiskinan

Presiden Prabowo Santai Soal Melemahnya Rupiah, Pengamat Soroti Risiko PHK dan Kemiskinan

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan sikap tenang terhadap penurunan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir, menegaskan bahwa fluktuasi mata uang merupakan hal yang wajar dalam dinamika pasar global.

Namun, para pengamat ekonomi menilai komentar tersebut menutup mata terhadap dampak riil yang dapat memicu peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan memperburuk tingkat kemiskinan.

Faktor penyebab melemahnya rupiah

  • Ketidakstabilan geopolitik dan tekanan inflasi global.
  • Aliran modal keluar akibat suku bunga asing yang lebih tinggi.
  • Defisit perdagangan yang masih berada di atas target.

Risiko yang diidentifikasi pengamat

Berikut poin‑poin utama yang dikhawatirkan:

  1. Peningkatan biaya impor yang berdampak pada margin perusahaan, khususnya di sektor manufaktur.
  2. Penurunan daya beli masyarakat, mempercepat penurunan penjualan ritel.
  3. Lonjakan PHK di industri yang sangat bergantung pada bahan baku impor.
  4. Kenaikan angka kemiskinan karena rumah tangga berpendapatan rendah tertekan lebih parah.

Data nilai tukar rupiah (per 1 USD)

Bulan Kurs
Januari 14.800
Februari 14.950
Maret 15.200
April 15.350

Pengamat menekankan bahwa kebijakan moneter yang responsif, peningkatan ekspor, serta program perlindungan sosial yang terfokus dapat meredam tekanan ekonomi yang muncul.

Jika langkah‑langkah mitigasi tidak diimplementasikan secara konsisten, potensi gelombang PHK massal dapat memicu peningkatan angka kemiskinan, menambah beban fiskal pemerintah.