LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Final FA Cup 2026 antara Manchester City dan Chelsea berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi City, namun sorotan tak hanya terpusat pada gol penentu Antoine Semenyo. Bek tengah Chelsea, Marc Guehi, tampil menonjol meski timnya harus menelan kekalahan. Penampilan Guehi menambah babak baru dalam kariernya, sekaligus menorehkan catatan historis dalam kompetisi paling bergengsi di Inggris.
Kemenangan City dan Momen Semenyo
Di Wembley, City berhasil membuka skor lewat sebuah flick menawan dari Antoine Semenyo pada menit ke-72. Gol tersebut mengantarkan Pep Guardiola meraih trofi ke-20 dalam dekade terakhir, sekaligus menambah deretan gelar domestik klub. Chelsea, yang menurunkan formasi lima bek dengan Calum McFarlane sebagai pelatih interim, berusaha menahan tekanan, namun kurangnya kreativitas di lini serang membuat mereka tak mampu menciptakan peluang signifikan.
Peran Kunci Marc Guehi di Lini Belakang
Marc Guehi, yang kembali dari cedera ligamen kranial (ACL) yang dialami pada Maret, tampil sebagai starter di sayap kiri back tiga Chelsea. Meski baru pulang, ia tampak fit dan tak terlihat bekas cedera. Guehi sering turun ke lini tengah untuk membantu distribusi bola, memberikan umpan terobosan yang biasanya menjadi andalan Chelsea. Di fase pertahanan, ia berhasil menahan serangan cepat Nico O’Reilly dan Jeremy Doku, serta melakukan tekel keras pada Joao Pedro, yang berujung pada kartu kuning.
Selama pertandingan, Guehi terlibat dalam duel melawan Antoine Semenyo di sisi kanan City, serta berhadapan dengan pemain sayap City seperti Raheem Sterling. Meskipun Chelsea gagal memanfaatkan lebar lapangan yang diberikan wing-back, peran Guehi dalam menutup ruang serta mengatur transisi bertahan menjadi faktor penting dalam menahan serangan City yang dipimpin Rodri dan Bernardo Silva.
Catatan Historis: Empat Pemain yang Menjuarai FA Cup Berturut‑turut Bersama Klub Berbeda
Statistik resmi mengungkapkan bahwa Guehi menjadi pemain keempat dalam sejarah FA Cup yang berhasil mengangkat trofi pada dua edisi berturut‑turut bersama tim berbeda. Sebelumnya, Arthur Kinnaird (Wanderers 1878, Old Etonians 1879), Brian Talbot (Ipswich 1978, Arsenal 1979), dan Olivier Giroud (Arsenal 2017, Chelsea 2018) mencatat prestasi serupa. Guehi, yang kini berusia 24 tahun, menambah daftar eksklusif tersebut, menegaskan kualitas dan konsistensinya di level tertinggi.
Statistik Pertandingan dan Kontribusi Guehi
- Total tembakan: 16 (City 9, Chelsea 7) – terendah sejak Wembley dibuka kembali pada 2007.
- Guehi mencatat 5 intersepsi, 3 tekel sukses, serta 4 kali mengirimkan bola ke lini tengah, memperkuat alur serangan balik Chelsea.
- Dia juga terlibat dalam duel udara, memenangkan 3 dari 5 duel kepala.
Data ini menegaskan bahwa meski tidak tercatat mencetak gol, kontribusi defensif dan distribusi Guehi sangat vital bagi upaya Chelsea mengendalikan tempo pertandingan.
Komentar Pundit dan Implikasi untuk Timnas
Wayne Rooney, yang menjadi pengamat di Wembley, menyoroti peluang emas Enzo Fernandez yang gagal dimanfaatkan. Ia menambahkan bahwa Fernandez tertekan oleh tekanan Marc Guehi sebelum mengirimkan tembakan yang melambung di atas mistar. Penilaian tersebut menambah lapisan analisis tentang betapa pentingnya peran Guehi dalam menahan serangan lawan pada momen krusial.
Penampilan solid Guehi di final menimbulkan desakan bagi manajer Inggris, Thomas Tuchel, untuk mempertimbangkan pemanggilan kembali pemain berusia 24 tahun ini ke skuad nasional. Kualitasnya dalam membaca permainan, kemampuan menutup ruang, dan fleksibilitas posisi menjadikannya kandidat kuat untuk memperkuat lini belakang Inggris dalam turnamen mendatang.
Kesimpulan
Walaupun Chelsea harus menelan pahitnya kekalahan 0-1, Marc Guehi memberikan contoh profesionalisme yang menginspirasi. Dari pemulihan cedera hingga menorehkan sejarah bersama dua klub berbeda dalam FA Cup, perjalanan Guehi di Wembley mencerminkan dedikasi dan potensi yang masih dapat dikembangkan. Jika performanya terus konsisten, tidak mengherankan bila ia menjadi bagian penting dalam skuad Inggris serta menjadi pilar pertahanan Chelsea di musim-musim berikutnya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet