AS Puji Kapal Induk Gerald R. Ford Meski Mundur dari Perang Iran: Cetak Sejarah, Bikin Bangga
AS Puji Kapal Induk Gerald R. Ford Meski Mundur dari Perang Iran: Cetak Sejarah, Bikin Bangga

AS Puji Kapal Induk Gerald R. Ford Meski Mundur dari Perang Iran: Cetak Sejarah, Bikin Bangga

LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Amerika Serikat memberikan pujian kepada kapal induk kelas terbaru, USS Gerald R. Ford, meskipun negara tersebut baru-baru ini mengumumkan penarikan pasukan dari konflik di Iran. Pujian tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, yang menekankan bahwa operasi kapal induk tersebut tidak hanya menyelesaikan misi, tetapi juga mencetak sejarah dan menumbuhkan rasa bangga bagi bangsa.

Penarikan pasukan AS dari perang Iran menandai perubahan kebijakan militer yang sebelumnya berfokus pada penempatan pasukan darat. Meskipun demikian, kehadiran Gerald R. Ford di perairan strategis tetap dianggap sebagai simbol kekuatan maritim Amerika yang dapat memberikan dukungan logistik, pertahanan udara, dan kemampuan serangan presisi.

  • Desain modern dengan sistem catapult elektromagnetik (EMALS) untuk peluncuran pesawat.
  • Kapabilitas menampung lebih dari 75 pesawat tempur sekaligus helikopter.
  • Kapasitas produksi energi yang lebih tinggi berkat reaktor nuklir A1B.
  • Sistem pertahanan anti-pesawat dan rudal balistik canggih.

Komentar Hegseth menegaskan, “Anda tidak hanya menyelesaikan misi, Anda membuat sejarah. Anda membuat bangsa bangga.” Pernyataan tersebut mencerminkan penghargaan pemerintah AS terhadap teknologi tinggi dan profesionalisme kru kapal, serta menegaskan peran strategis kapal induk dalam menegakkan keamanan regional meski tanpa keterlibatan langsung pasukan darat.

Pengamatan para analis militer menyebutkan bahwa keberadaan Gerald R. Ford dapat berfungsi sebagai pencegah potensial terhadap eskalasi konflik, sekaligus memberikan Amerika Serikat fleksibilitas taktis dalam merespons dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Secara keseluruhan, pujian tersebut menandai momen penting dalam sejarah militer AS, dimana inovasi kapal induk terbaru dipadukan dengan kebijakan luar negeri yang lebih berhati-hati, namun tetap menunjukkan komitmen negara tersebut terhadap keamanan global.