Final AFC Champions League Two: Gamba Osaka Kalahkan Al Nassr 0-1, Ronaldo Gagal Raih Trofi Asia Pertama
Final AFC Champions League Two: Gamba Osaka Kalahkan Al Nassr 0-1, Ronaldo Gagal Raih Trofi Asia Pertama

Final AFC Champions League Two: Gamba Osaka Kalahkan Al Nassr 0-1, Ronaldo Gagal Raih Trofi Asia Pertama

LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Riyadh, 17 Mei 2026 – Di hadapan ribuan suporter yang menanti, Al‑Nassr gagal menorehkan gol pertama mereka dalam satu musim di final AFC Champions League Two (ACL 2) setelah dikalahkan 0‑1 oleh tim Jepang, Gamba Osaka. Pertandingan yang digelar di Al‑Awal Park, Riyadh, menyuguhkan drama khas kompetisi sepak bola Asia, di mana gol tunggal Denis Hummet pada menit ke‑29 menjadi penentu kemenangan.

Latar Belakang Pertandingan

Final ACL 2 2025/2026 menjadi sorotan utama karena menampilkan bintang dunia Cristiano Ronaldo yang tengah menanti trofi pertama di Asia bersama Al‑Nassr. Tim asuhan Jorge Jesus memasuki laga dengan keyakinan tinggi setelah mengalahkan Al Ahli Doha 5‑1 pada semifinal. Sementara itu, Gamba Osaka menargetkan gelar kontinental pertamanya sejak 2008, mengandalkan disiplin taktik dan kontribusi pemain asing seperti Issam Jebali dan Denis Hummet.

Jalannya Pertandingan

Pada babak pertama, Al‑Nassr menguasai penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Cristiano Ronaldo, yang bermain selama 90 menit penuh di posisi penyerang, berduet dengan rekan setimnya Joao Félix. Namun, semua kesempatan yang diciptakan berujung pada tendangan yang melenceng atau penyelamatan gemilang dari kiper Gamba Osaka, Rui Araki.

Pada menit ke‑29, Gamba Osaka berhasil memecah kebuntuan. Issam Jebali menyalurkan umpan terobosan yang tepat ke depan kotak penalti, di mana Denis Hummet mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan keras yang tak dapat dihalau oleh kiper Al‑Nassr, Bento. Gol tersebut menjadi satu-satunya pencapaian jaringan gawang dalam pertandingan.

Reaksi dan Komentar

Setelah peluit akhir, pelatih Al‑Nassr, Jorge Jesus, mengakui kekecewaannya. “Kami mengendalikan permainan setelah 30 menit pertama, namun lawan berhasil mencetak gol dari satu tembakan yang mengejutkan kami,” ujar Jesus dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa kegagalan mencetak gol merupakan hal yang belum pernah terjadi sejak timnya tidak mencetak pada leg pertama melawan Esteghlal pada Maret 2015.

Cristiano Ronaldo terlihat frustrasi. Laporan media menyebutkan bahwa sang kapten menolak menghadiri upacara penyerahan medali, menandakan kekecewaan pribadi atas kegagalan mengamankan trofi bergengsi tersebut. Kegagalan ini menambah catatan Ronaldo yang hingga kini belum berhasil memenangkan gelar utama bersama Al‑Nassr, total 14 kali gagal juara sejak bergabung pada 2023.

Implikasi ke Depan

Dengan berakhirnya harapan trofi Asia, fokus Al‑Nassr kini beralih ke kompetisi domestik. Jorge Jesus menegaskan pentingnya kemenangan melawan Damac pada pekan berikutnya untuk mempertahankan peluang meraih gelar Saudi Pro League. “Lima hari tersisa, pemain sangat termotivasi untuk mengamankan gelar penting ini,” tegasnya.

Sementara itu, Gamba Osaka merayakan kemenangan bersejarahnya. Gol Denis Hummet menjadi simbol keberhasilan tim dalam mengatasi dominasi klub-klub bergaji tinggi di Asia. Manajer Gamba Osaka menyebut kemenangan ini sebagai hasil kerja keras dan konsistensi sejak awal turnamen.

Secara statistik, pertandingan menghasilkan 12 tembakan total, dengan Al‑Nassr mencatat 8 tembakan ke arah gawang namun tidak ada yang berhasil mengubah skor. Gamba Osaka, meski memiliki peluang lebih sedikit, memaksimalkan satu kesempatan yang berbuah gol.

Keputusan taktik Jorge Jesus untuk menurunkan Ronaldo selama 90 menit juga menjadi bahan perbincangan. Beberapa analis berpendapat bahwa kelelahan pemain bintang setelah jadwal yang padat memengaruhi efektivitasnya di lini depan.

Di luar lapangan, sorotan media sosial memperlihatkan reaksi campur aduk dari fans. Sebagian mengkritik kurangnya gol Al‑Nassr, sementara yang lain mengapresiasi upaya Ronaldo yang tetap berjuang meski tidak menghasilkan angka.

Dengan hasil akhir 0‑1, Gamba Osaka mengangkat trofi ACL 2, sedangkan Al‑Nassr harus menerima pelajaran pahit dan menyiapkan diri untuk tantangan berikutnya di kompetisi domestik serta turnamen internasional lainnya.

Kesimpulannya, final ini menegaskan bahwa faktor taktik, konsistensi, dan kemampuan memanfaatkan peluang tetap menjadi kunci utama dalam sepak bola kompetitif, terlepas dari bintang-bintang yang terlibat.