LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo, yang kini menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri, terus menegaskan peran strategisnya dalam mendukung kebijakan nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kariernya yang dimulai di Akademi Kepolisian pada tahun 1991 telah melintasi berbagai jabatan penting, mulai dari Kapolresta Surakarta hingga Kapolda Banten, sebelum akhirnya dipercaya mengemban tanggung jawab tertinggi di Bareskrim pada akhir 2019.
Latar Belakang Karier
Berusia 57 tahun, Listyo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Setelah lulus dari Akpol, ia menapaki jalur karier yang beragam. Berikut rangkaian jabatan yang pernah diembannya:
- Kapolres Pati
- Kapolres Sukoharjo
- Wakapolres Kota Besar Semarang
- Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri
- Direskrimum Polda Sultra
- Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri (2018)
- Kapolda Banten (2016)
Pengalaman tersebut membentuknya menjadi figur yang dipercaya sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada 2014-2016, sebelum melanjutkan tugas di tingkat nasional.
Kolaborasi dengan Presiden Prabowo
Pada Mei 2026, Listyo muncul kembali di panggung publik ketika mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam serangkaian acara yang menyoroti ketahanan pangan, khususnya panen jagung nasional. Dalam rapat bersama presiden, ia menyampaikan serangkaian aspirasi petani yang mencakup kebutuhan bibit, pupuk, serta alat pertanian modern (alsintan). Ia menekankan pentingnya memperkuat akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama antara Polri dan Bank Himbara, yang hingga kini telah menyalurkan pinjaman senilai Rp30,03 miliar kepada 714 kelompok tani di 42 Polres pada 8 Polda.
Selain aspirasi petani, Listyo juga melaporkan progres signifikan dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Hingga pertengahan 2026, Polri telah mengoperasikan 1.376 SPPG, dengan 736 unit berfungsi secara penuh, 172 dalam tahap persiapan, dan 468 masih dalam proses pembangunan. Target akhir tahun adalah mencapai 1.500 SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk 33 unit di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Ia menambahkan bahwa 47 SPPG telah menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi, menandakan komitmen terhadap efisiensi dan ramah lingkungan.
Panen Jagung Besar-besaran
Dalam acara groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri dan peluncuran operasional 166 SPPG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Listyo mengumumkan capaian panen jagung Polri pada tahun 2025 yang mencapai 3,9 juta ton, meliputi lahan seluas 661.112 hektar. Produksi tersebut menyumbang peningkatan 6,74% dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga menginformasikan rencana ekspor 100 ton jagung ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, serta potensi lahan pertanian jagung seluas 1,37 juta hektar yang akan dikembangkan pada 2026.
Data operasional menunjukkan bahwa panen raya kuartal pertama 2026 menghasilkan 884.129 ton dari 91.000 hektar, sementara kuartal kedua diproyeksikan menghasilkan 1,23 juta ton dari 189.760 hektar. Di Kabupaten Tuban, Polri mengelola lahan seluas 101,5 hektar yang berasal dari kawasan perhutanan sosial, dengan potensi hasil 600 ton yang akan disalurkan ke Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
Implikasi Kebijakan dan Tantangan Kedepan
Langkah-langkah Listyo Sigit Prabowo mencerminkan sinergi antara institusi keamanan dan agenda pembangunan ekonomi. Dengan mengintegrasikan program pertanian, pembiayaan kredit, serta infrastruktur gizi, Polri berupaya menjadi motor penggerak ketahanan pangan sekaligus pencipta lapangan kerja. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan distribusi bantuan yang merata di wilayah 3T dan menjaga kualitas serta keamanan pangan di seluruh SPPG.
Keberhasilan implementasi CNG pada 47 SPPG juga menandai arah kebijakan energi bersih yang dapat diadopsi lebih luas oleh lembaga publik lainnya. Di sisi lain, aspirasi petani yang menuntut peningkatan alsintan dan subsidi bibit menuntut koordinasi yang lebih erat antara kementerian pertanian, lembaga keuangan, dan aparat keamanan.
Dengan latar belakang pengalaman panjang di kepolisian serta kedekatan dengan dua presiden Indonesia, Listyo Sigit Prabowo berada pada posisi unik untuk menjembatani kebutuhan keamanan, sosial, dan ekonomi. Keberhasilan program-programnya akan menjadi indikator penting bagi pemerintahan Prabowo dalam menilai efektivitas kebijakan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani di seluruh nusantara.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet