LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Pembalap muda berusia 17 tahun dari Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, harus menelan kekecewaan pada kualifikasi Moto3 Catalunya 2026. Pada sesi Q1 ia hanya berhasil menempati posisi ketujuh dari dua belas pembalap, dengan waktu 1 menit 47,63 detik—terlambat 0,351 detik dari pemimpin Guido Pini. Karena tidak masuk dalam empat tercepat, Veda terpaksa memulai balapan pada grid posisi 21, posisi terburuk yang pernah ia raih sejak debut di kelas dunia.
Usaha Menembus Q2 yang Gagal
Veda memulai run pertama dengan agresif, menempati posisi kedua setelah selisih 0,305 detik dari pembalap tercepat, Carpe. Namun, ketika seluruh pembalap menyelesaikan run pertama, ia turun ke posisi empat. Pada run kedua, tekanan meningkat; pembalap lain memperbaiki lap time mereka, sementara Veda tidak dapat menurunkan catatan waktu di bawah ambang batas empat teratas. Akhirnya, ia harus menerima kenyataan gagal tembus ke Q2.
Penyebab Performa di Bawah Harapan
Menurut keterangan pers yang diterima pada Jumat malam, Veda mengakui kondisi lintasan pada hari itu sangat menantang. Suhu rendah dan daya cengkeram ban yang kurang optimal membuat motor sulit menyalip. Selain itu, pada fase penyerangan terakhir Veda terjebak dalam traffic padat, sehingga tidak dapat mencatat lap bersih yang dibutuhkan untuk masuk top‑4 Q1.
Kutipan dari Sang Pembalap
“Hari ini agak sulit karena sejak awal kondisinya sangat rumit dengan suhu rendah dan daya cengkeram ban yang kurang di lintasan,” ujar Veda dalam konferensi pers singkat. “Saya merasa kurang percaya diri di pagi hari, tetapi bersama tim kami berhasil memperbaiki beberapa hal, dan di sore hari saya merasa lebih baik dibandingkan dengan FP1,” tambahnya.
Apresiasi dari Bintang MotoGP
Meski hasil kualifikasi mengecewakan, Veda tetap mendapat pujian dari dua pembalap MotoGP berpengalaman, Joan Mir dan Luca Marini. Kedua rider menilai bahwa bakat Veda sangat besar berkat pengalaman di Red Bull Rookies Cup, dan mereka yakin potensi tersebut akan terwujud bila ia dapat menyesuaikan diri dengan kondisi trek yang berubah-ubah.
Prestasi Sebelumnya yang Menunjang Harapan
Sejak debutnya di Moto3 pada awal 2026, Veda telah menunjukkan performa yang menjanjikan. Di Grand Prix Moto3 Prancis (Le Mans), ia berhasil finis ke‑empat setelah memulai dari posisi enam, menandai debut basah yang menguji kemampuan mengendalikan motor di kondisi hujan. Pada seri Brasil, ia meraih podium ketiga, menjadikannya salah satu rookie terbaik di kelas tersebut.
Klasemen dan Poin
Saat ini Veda berada di posisi kelima klasemen pembalap Moto3 2026 dengan perolehan 50 poin, jauh di atas rival sesama Asia, Hakim Danish, yang menempati posisi ke‑15 dengan 18 poin. Statistik singkat Veda hingga kini:
- Seri pertama: 4 poin
- Seri kedua (Brasil): podium ketiga, 16 poin
- Seri ketiga (Prancis): finis ke‑empat, 12 poin
- Total poin sebelum Catalunya: 50 poin
Strategi Balapan Besok
Dengan start dari posisi 21 pada hari Minggu (17 Mei 2026), Veda harus berjuang keras untuk masuk zona poin terbuka lebar. Menurut regulasi Moto3, finis di urutan 15 atau lebih baik sudah cukup untuk mengamankan satu poin. Tim Honda Team Asia diperkirakan akan mengoptimalkan setup motor untuk memperbaiki grip dan menyiapkan strategi overtaking di tikungan‑tikungan teknis Circuit de Barcelona‑Catalunya.
Jika Veda berhasil menembus zona poin, tidak hanya akan memperkuat posisi klasemen, tetapi juga menegaskan bahwa bakat muda Indonesia mampu bersaing di level dunia meski menghadapi tantangan teknis dan kompetitif yang berat.
Secara keseluruhan, kegagalan masuk Q2 di Catalunya memang menjadi catatan pahit, namun dukungan dari pembalap senior, catatan performa sebelumnya, serta semangat juang tim membuat prospek Veda Ega Pratama tetap menjanjikan. Penggemar Moto3 Indonesia menantikan aksi balapnya pada akhir pekan ini, berharap sang rookie dapat mengubah kekecewaan kualifikasi menjadi poin berharga di papan klasemen.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet