LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Jumat, 15 Mei 2026, lintasan Circuit de Barcelona-Catalunya menjadi saksi penampilan rider muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam sesi Free Practice 1 (FP1) kelas Moto3. Meskipun mengantongi catatan waktu 1 menit 50,142 detik, Veda harus puas menempati posisi ke‑23, jauh di belakang pemimpin seri, pembalap Malaysia Hakim Danish yang mencatat 1 menit 47,478 detik.
Sesi FP1 berlangsung dalam kondisi cuaca berawan namun tetap kering, memungkinkan para pembalap menguji setelan motor tanpa gangguan hujan. Veda, yang berusia 17 tahun dan mewakili Honda Team Asia, memulai dengan waktu 1 menit 54,946 detik pada putaran pertama. Tak lama kemudian ia memperbaiki catatannya menjadi 1 menit 52,334 detik, sempat masuk ke dalam 10 besar tercepat pada tahap awal sesi.
Detail Sesi Free Practice 1
| Pembalap | Waktu Terbaik | Posisi |
|---|---|---|
| Hakim Danish (Malaysia) | 1:47.478 | 1 |
| Adrian Fernandez | 1:47.679 | 2 |
| Zen Mitani (rekan setim Veda) | 1:50.242 | 24 |
| Veda Ega Pratama | 1:50.142 | 23 |
Selisih waktu Veda dengan pemimpin mencapai 2,664 detik, menunjukkan jarak yang cukup signifikan di kelas Moto3 yang biasanya diperebutkan dalam hitungan ratusan milidetik. Meskipun demikian, Veda berhasil menurunkan waktu secara konsisten sepanjang sesi, menandakan potensi perbaikan di sesi practice berikutnya.
Reaksi dan Dukungan
- Rider dua‑digit MotoGP, Joan Mir, memuji bakat Veda yang dibangun sejak berkompetisi di Red Bull Rookies Cup, menilai ia memiliki “potensi besar untuk bersaing di level tertinggi”.
- Luca Marini, pembalap Moto2, menambahkan bahwa Veda menunjukkan kedewasaan tak terduga untuk usia mudanya, khususnya dalam mengelola tekanan pada lintasan berteknik tinggi.
- Setelah meraih finis ke‑empat di balapan basah Le Mans, Prancis, Veda menyatakan rasa motivasinya meningkat. “Saya merasa lebih percaya diri, namun masih banyak yang harus diperbaiki,” ujarnya dalam konferensi pers singkat.
Keberhasilan finis ke‑empat di Le Mans menjadi sorotan utama bagi Veda, mengingat kondisi trek yang basah menuntut kemampuan adaptasi tinggi. Penampilan tersebut memperkuat keyakinannya bahwa konsistensi dapat dicapai bila motor dan rider berada dalam harmoni.
Jadwal berikutnya menitikberatkan pada sesi Practice kedua pada pukul 18.15 WIB, yang akan menjadi penentu apakah Veda dapat lolos langsung ke Q2 atau harus melewati Q1. Jika berhasil masuk Q2, ia berkesempatan menurunkan waktu lebih jauh dan bersaing untuk posisi start yang lebih menguntungkan pada balapan utama yang dijadwalkan 17 Mei.
Para penggemar dapat menyaksikan aksi Veda secara live streaming melalui platform Vidio, dengan jadwal tayang pada sore hari Jumat. Penayangan tersebut diharapkan meningkatkan dukungan publik terhadap pembalap Indonesia di kancah internasional.
Secara keseluruhan, meski hasil FP1 tidak memenuhi harapan untuk menembus 10 besar, Veda Ega Pratama tetap menunjukkan progres yang signifikan dan mendapatkan pujian dari figur-figur besar MotoGP. Dengan perbaikan setelan motor, pengalaman yang terus bertambah, serta dukungan moral yang kuat, peluang ia menembus Q2 dan meraih hasil yang lebih baik pada balapan utama tampak realistis.
Jika performa Veda terus meningkat, ia tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di kelas Moto3, tetapi juga menambah kebanggaan bagi penggemar motorsport tanah air yang menantikan penampilan gemilang pada sirkuit-sirkuit dunia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet