Menlu China: Xi-Trump bahas Taiwan hingga hubungan dagang
Menlu China: Xi-Trump bahas Taiwan hingga hubungan dagang

Menlu China: Xi-Trump bahas Taiwan hingga hubungan dagang

LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Wang Yi, mengungkapkan hasil pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berlangsung pada akhir pekan lalu. Menurut Wang, kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis, termasuk status Taiwan, hubungan dagang, serta tantangan global seperti perubahan iklim.

Berikut poin-poin utama yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut:

  • Isu Taiwan: Xi menegaskan kembali prinsip “Satu China” dan menuntut agar Washington menghormati kedaulatan Tiongkok. Trump menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan posisi tersebut dalam konteks hubungan bilateral.
  • Hubungan dagang: Kedua pemimpin membahas upaya mengurangi ketegangan tarif yang telah memengaruhi perdagangan kedua negara. Mereka sepakat untuk membuka kembali dialog mengenai tarif impor dan ekspor, serta memperkuat kerjasama di sektor teknologi tinggi.
  • Kerjasama iklim: Xi dan Trump menyatakan komitmen untuk berkoordinasi dalam upaya mitigasi perubahan iklim, meski tidak ada kesepakatan konkret yang diumumkan.
  • Keamanan regional: Diskusi juga mencakup stabilitas di Laut China Selatan dan upaya mencegah eskalasi militer di kawasan Asia-Pasifik.

Wang Yi menekankan bahwa pertemuan ini mencerminkan niat kedua negara untuk memperbaiki hubungan bilateral yang sempat tegang. Ia menambahkan bahwa diskusi lanjutan akan dilakukan melalui saluran diplomatik rutin, termasuk pertemuan tingkat menteri dan pejabat terkait.

Pengungkapan ini dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar global, terutama sektor perdagangan dan investasi, yang selama ini berada di bawah tekanan akibat perselisihan tarif dan kebijakan proteksionis. Analis memperkirakan bahwa jika dialog ini berlanjut, kemungkinan besar akan muncul kebijakan baru yang dapat meredakan ketegangan ekonomi antara Tiongkok dan Amerika Serikat.