LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Kaoru Mitoma, sayap cepat Brighton & Hove Albion yang menjadi andalan Tim Nasional Jepang, resmi dikeluarkan dari daftar 26 pemain yang akan bertanding di Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil setelah pemain berusia 28 tahun tersebut mengalami cedera hamstring pada pertandingan Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, yang membuatnya diperkirakan tidak akan pulih sebelum turnamen dimulai pada 11 Juni.
Latar Belakang Cedera
Insiden cedera terjadi pada pekan terakhir liga Inggris, ketika Brighton mencatat kemenangan 3-0 melawan Wolves. Mitoma mengalami tarik otot di bagian belakang paha kanan, sebuah kondisi yang biasanya memerlukan waktu pemulihan antara tiga hingga enam minggu tergantung tingkat keparahan. Dokter tim Brighton, Fabian Hurzeler, menyatakan bahwa proses rehabilitasi harus dijalankan secara hati-hati dan tidak dapat diprediksi kapan pemain akan kembali fit secara penuh.
Keputusan Moriyasu dan Dampaknya
Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, mengumumkan skuad final pada Jumat, 15 Mei 2026, dan secara mengejutkan tidak memasukkan Mitoma. Moriyasu menjelaskan bahwa tim medis Jepang menilai kondisi Mitoma tidak memungkinkan untuk tampil di Piala Dunia, meski ada pemain lain yang masih dalam proses pemulihan seperti bek veteran Takehiro Tomiyasu dan gelandang Wataru Endo yang juga tengah menanggapi cedera ringan. “Kami menghargai kontribusi Mitoma, namun prioritas utama adalah memastikan kebugaran pemain yang dapat memberikan performa maksimal,” ujar Moriyasu dalam konferensi pers.
Susunan Skuad Jepang Tanpa Mitoma
Tanpa kehadiran Mitoma, Moriyasu menggantungkan harapan pada kombinasi pemain berpengalaman di liga Eropa dan talenta muda yang sedang naik daun. Berikut ini adalah daftar pemain yang dipanggil, dikelompokkan berdasarkan posisi:
- Kiper: Tomoki Hayakawa (Kashima Antlers), Keisuke Osako (Sanfrecce Hiroshima), Aya Suzuka (Parma Calcio)
- Bek: Yuto Nagatomo (FC Tokyo), Shogo Taniguchi (Sint‑Truiden), Ko Itakura (Ajax), Takehiro Tomiyasu (Ajax), Hiroki Ito (Bayern Munich), Ayumu Seko (Le Havre AC), Yukinari Sugawara (Werder Bremen), Junosuke Suzuki (FC Copenhagen)
- Gelandang: Wataru Endo (Liverpool), Junya Ito (Genk), Daichi Kamada (Crystal Palace), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), Ao Tanaka (Leeds United), Koki Ogawa (NEC Nijmegen), Daizen Maeda (Celtic), Takefusa Kubo (Real Sociedad)
- Penyerang: Ayase Ueda (Feyenoord), Keito Nakamura (Stade de Reims), Kento Shiode (Wolfsburg), Keisuke Goto (Sint‑Truiden)
Penekanan utama Moriyasu terletak pada keberadaan pemain seperti Takefusa Kubo, yang diproyeksikan menjadi motor serangan utama, serta Wataru Endo yang diharapkan menjadi pengatur irama permainan di lini tengah. Selain itu, pemain muda Zion Suzuki turut masuk dalam daftar cadangan, menandakan upaya memperkaya kedalaman skuad.
Tantangan Jepang di Grup F
Jepang ditempatkan di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia. Laga pembuka akan berlangsung pada 14 Juni di Arlington, Texas, melawan Belanda, sebuah tim yang dikenal dengan permainan menyerang agresif. Tanpa Mitoma, lini sayap Jepang kehilangan kecepatan dan kemampuan menembus pertahanan lawan yang selama ini menjadi senjata utama. Ritsu Doan dan Takefusa Kubo kini harus menanggung beban kreatif yang sebelumnya diemban Mitoma, sementara striker Ayase Ueda diharapkan mencetak gol penting.
Pencapaian Jepang pada kualifikasi menunjukkan performa positif, termasuk kemenangan melawan Brasil dan Inggris pada pertandingan persahabatan. Namun, kekurangan kedalaman di sisi sayap menjadi sorotan utama, terutama ketika menghadapi tim-tim Eropa yang memiliki pemain sayap berkelas dunia.
Secara keseluruhan, keputusan menyingkirkan Mitoma mencerminkan prioritas kesehatan pemain dan strategi Moriyasu yang lebih mengandalkan pemain yang sudah terbiasa berkompetisi di liga-liga top Eropa. Meskipun kehilangan salah satu talenta paling dinamis, Timnas Jepang tetap memiliki kombinasi pengalaman dan energi muda yang cukup untuk bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.
Apabila Mitoma dapat pulih lebih cepat dari perkiraan, peluangnya untuk kembali berkontribusi pada tim nasional di fase knockout masih terbuka, namun untuk fase grup ia harus menyerahkan peran kepada rekan-rekannya. Penggemar sepak bola Jepang menantikan bagaimana Samurai Biru menyesuaikan taktiknya tanpa kehadiran sayap lincah tersebut, serta apakah strategi Moriyasu dapat membawa Jepang menembus babak yang lebih jauh.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet