LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Norwegia menegaskan kembali kebijakan ketatnya dalam mengekspor teknologi pertahanan yang paling sensitif, termasuk rudal canggih, hanya kepada sekutu dan mitra yang paling dekat.
Keputusan ini muncul setelah Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein, mengajukan permintaan penjualan sistem rudal berpresisi tinggi kepada Norwegia. Pemerintah Oslo menolak permintaan tersebut, mengutip peraturan nasional yang membatasi ekspor senjata ke negara‑negara yang tidak berada dalam aliansi pertahanan NATO atau tidak memiliki perjanjian keamanan khusus dengan Norwegia.
Reaksi Menteri Keuangan Malaysia, Tan Sri Anwar Ibrahim, sangat keras. Anwar menyatakan kekecewaannya dan menuduh Norwegia menutup peluang kerjasama strategis yang dapat memperkuat pertahanan wilayah Asia Tenggara. Ia menambahkan bahwa Malaysia siap mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara.
Berikut poin‑poin utama kebijakan ekspor pertahanan Norwegia:
- Hanya negara sekutu NATO atau mitra strategis yang memiliki perjanjian keamanan bilateral dapat menerima teknologi senjata paling maju.
- Setiap permohonan dievaluasi berdasarkan risiko proliferasi, dampak geopolitik, dan kepatuhan pada perjanjian internasional.
- Penolakan tidak bersifat pribadi terhadap negara pemohon, melainkan penerapan standar kebijakan yang konsisten.
Malaysia, yang sedang memperkuat kapabilitas militernya di tengah ketegangan regional, kini harus menyesuaikan rencana pengadaan dengan mencari pemasok lain atau mengembangkan kemampuan domestik. Pemerintah Norwegia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengurangi niatnya untuk berkolaborasi dalam bidang pertahanan non‑sensitif, seperti pelatihan dan interoperabilitas pasukan.
Pengamat keamanan menilai bahwa keputusan Norwegia mencerminkan tren global di mana negara‑negara produsen senjata semakin selektif dalam menyalurkan teknologi tinggi. Hal ini dapat memperketat persaingan pasar pertahanan dan mendorong negara‑negara penerima untuk meningkatkan riset serta produksi dalam negeri.
Meski terjadi ketegangan diplomatik, kedua negara belum menutup kemungkinan dialog lanjutan untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak tanpa melanggar regulasi ekspor senjata.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet