LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Jumat sore, 15 Mei 2026, Stadion Haji Agus Salim Padang menjadi saksi salah satu laga paling brutal di pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Persebaya Surabaya yang dijuluki “Bajul Ijo” menumpahkan tujuh gol tanpa balas melawan tuan rumah Semen Padang FC, menutup skor 0-7. Kemenangan telak ini tidak hanya menambah poin penting bagi Persebaya, tetapi juga mempercepat proses degradasi Semen Padang yang kini berada di zona merah.
Rangkaian Gol dan Momen Krusial
Persebaya membuka skor pada menit ke-15 melalui serangan cepat Francisco Rivera yang berhasil menembus kotak penalti dan mengeksekusi sundulan akurat. Hanya tiga menit kemudian, Catur Pamungkas menambah keunggulan 2-0 setelah menerima umpan silang dari Rivera.
Babak pertama berakhir dengan kedudukan 2-0, sementara Semen Padang belum mampu menciptakan peluang berarti. Pada menit ke-41, sebuah gol yang dihasilkan oleh Guillermo Fernandez Hierro sempat diberi keputusan gol, namun wasit membatalkannya karena posisi offside.
Memasuki babak kedua, Persebaya mempercepat tempo. Bruno Moreira mencetak gol ketiga pada menit ke-49 setelah memanfaatkan umpan dari Rivera. Lima menit kemudian, Mihailo Perovic menambah angka menjadi 4-0 lewat serangan balik yang memanfaatkan ruang kosong di lini belakang Kabau Sirah.
Puncak aksi terjadi ketika Bruno Paraiba, penyerang asal Brasil, mencetak tiga gol. Gol keempat (penalti) pada menit ke-65, gol kelima pada menit ke-73, dan hattrick ketiga pada tambahan waktu (90+3′) menegaskan dominasi Persebaya. Gol penalti pertama diambil setelah Bruno Moreira dijatuhkan di area terlarang.
Di sisi lain, pertahanan Semen Padang hancur setelah Ade Kristianto menerima kartu merah pada menit ke-60 karena menerima kartu kuning kedua. Tim tuan rumah dipaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, memperlemah struktur pertahanan dan membuka celah bagi serangan Persebaya.
Statistik Penting
- Skor akhir: Semen Padang 0 – 7 Persebaya Surabaya
- Penjaga gawang Semen Padang: Achmad Iqbal Bachtiar
- Gol tercetak: Francisco Rivera (15′), Catur Pamungkas (18′), Bruno Moreira (49′), Mihailo Perovic (62′), Bruno Paraiba (65′ pen, 73′, 90+3′)
- Kartu merah: Ade Kristianto (60′)
- Poin Persebaya setelah pertandingan: 55 poin (posisi 4 klasemen sementara)
- Poin Semen Padang setelah pertandingan: 20 poin (posisi 17, zona degradasi)
Dampak pada Klasemen dan Masa Depan
Kemenangan 7-0 menempatkan Persebaya di urutan keempat klasemen sementara, menyusul Dewa United. Dengan 55 poin dari 33 laga, Bajul Ijo semakin dekat menembus tiga besar. Sementara itu, Semen Padang tetap terpuruk di peringkat 17 dengan 20 poin, dan secara resmi telah dipastikan turun ke Liga 2 pada akhir musim. Tim ini akan melaksanakan dua laga terakhir di Liga 1, yaitu tandang ke Persija Jakarta dan laga kandang melawan Persik Kediri, sebelum mengucapkan selamat tinggal pada BRI Super League.
Secara taktik, kemenangan ini menonjolkan efektivitas serangan balik cepat Persebaya serta kemampuan eksekusi penalti yang tinggi. Penggunaan formasi 4-2-3-1 dengan Milos Raickovic sebagai playmaker terbukti memberi ruang bagi striker seperti Rivera dan Paraiba untuk beraksi.
Di sisi lain, Semen Padang harus melakukan evaluasi menyeluruh. Kekurangan dalam pertahanan, terutama setelah kehilangan satu pemain, serta kurangnya ketajaman dalam menyelesaikan peluang menjadi faktor utama kekalahan telak ini.
Dengan hasil ini, perhatian publik kini terpusat pada dua hal: bagaimana Persebaya akan memanfaatkan momentum untuk mengejar gelar, dan bagaimana Semen Padang mempersiapkan diri menjelang turun ke Liga 2, termasuk restrukturisasi skuad dan strategi manajemen klub.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi contoh kontras tajam antara ambisi juara dan perjuangan bertahan, sekaligus menambah catatan sejarah BRI Super League dengan salah satu kemenangan terbesar dalam satu babak.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet