Menkomdigi Meutya Hafid: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online
Menkomdigi Meutya Hafid: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online

Menkomdigi Meutya Hafid: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa hampir dua ratus ribu anak di Indonesia telah terpapar konten judi daring, sebuah fenomena yang semakin mengkhawatirkan seiring dengan meluasnya akses internet di kalangan remaja.

Data yang disampaikan Menkomdigi berasal dari hasil monitoring internal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang memetakan perilaku digital anak-anak. Angka tersebut mencakup anak-anak berusia 7 hingga 17 tahun yang secara tidak sengaja atau sengaja mengakses situs dan aplikasi yang menyediakan layanan taruhan, kasino, atau permainan berbasis uang nyata.

Berbagai faktor memperparah situasi ini, antara lain:

  • Ketersediaan perangkat seluler yang murah dan mudah diakses.
  • Kurangnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas daring anak.
  • Strategi pemasaran agresif dari operator judi yang menyamarkan layanan mereka sebagai permainan biasa.
  • Rendahnya literasi digital di kalangan anak dan orang tua.

Menkomdigi menekankan bahwa perlindungan anak di ranah digital menjadi prioritas utama pemerintah. Beberapa langkah yang akan segera diimplementasikan meliputi:

  1. Peningkatan edukasi literasi digital di sekolah melalui kurikulum khusus.
  2. Penguatan sistem filter konten pada penyedia layanan internet untuk memblokir situs judi.
  3. Penerapan regulasi yang mewajibkan platform digital melaporkan dan menonaktifkan akun yang terindikasi terlibat judi online.
  4. Kolaborasi dengan lembaga perlindungan anak dan organisasi non‑pemerintah untuk kampanye kesadaran publik.
  5. Penegakan hukum yang lebih tegas terhadap operator judi ilegal, termasuk sanksi administratif dan pidana.

Meutya Hafid juga mengajak orang tua, guru, dan masyarakat luas untuk lebih aktif mengawasi penggunaan internet anak, serta menyediakan alternatif hiburan yang sehat dan edukatif. Menurutnya, peran semua pihak sangat krusial untuk menurunkan angka paparan judi online di kalangan generasi muda.

Dengan langkah-langkah terpadu ini, diharapkan angka anak yang terpapar judi daring dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan produktif bagi seluruh warga negara.