Kemendikbudristek Ubah Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa Mulai 2025, Ini Daftarnya
Kemendikbudristek Ubah Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa Mulai 2025, Ini Daftarnya

Kemendikbudristek Ubah Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa Mulai 2025, Ini Daftarnya

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan perubahan nomenklatur bagi program studi yang selama ini dikenal dengan sebutan “teknik”. Mulai tahun ajaran 2025/2026, seluruh program studi teknik akan diganti menjadi “rekayasa”. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyelarasan istilah dengan standar internasional serta memperkuat citra inovasi di perguruan tinggi.

Perubahan nama tidak hanya bersifat kosmetik; ada pula penyesuaian regulasi akademik, kurikulum, dan akreditasi yang harus diikuti oleh semua institusi penyelenggara pendidikan tinggi. Berikut rangkuman utama kebijakan tersebut:

  • Nama program studi “teknik” diganti menjadi “rekayasa” pada semua dokumen resmi, termasuk Kartu Rencana Studi (KRS) dan transkrip nilai.
  • Setiap program harus meninjau kembali kurikulum agar selaras dengan standar kompetensi “rekayasa” yang baru.
  • Akreditasi program akan dievaluasi kembali oleh BAN-PT dengan mempertimbangkan penyesuaian nama dan kurikulum.
  • Penggunaan istilah “rekayasa” wajib tercantum dalam materi promosi, website, dan publikasi resmi kampus.

Berikut daftar program studi yang terdampak beserta nama baru yang disarankan:

No Program Studi Lama Nama Baru (Rekayasa)
1 Teknik Sipil Rekayasa Sipil
2 Teknik Mesin Rekayasa Mesin
3 Teknik Elektro Rekayasa Elektro
4 Teknik Kimia Rekayasa Kimia
5 Teknik Informatika Rekayasa Informatika
6 Teknik Lingkungan Rekayasa Lingkungan
7 Teknik Industri Rekayasa Industri
8 Teknik Geodesi Rekayasa Geodesi
9 Teknik Telekomunikasi Rekayasa Telekomunikasi

Institusi pendidikan tinggi diberi waktu hingga akhir 2024 untuk menyesuaikan semua dokumen akademik. Kemendikbudristek juga menyediakan panduan teknis dan sesi konsultasi bagi perguruan tinggi yang memerlukan bantuan dalam proses transisi.

Dengan perubahan ini, diharapkan lulusan akan lebih mudah dikenali kompetensinya di pasar kerja global, sekaligus meningkatkan daya saing program studi Indonesia dalam bidang rekayasa.