LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Ahmad Ashov Barry, seorang tokoh aktif dalam sektor kemasyarakatan, menilai bahwa persepsi publik yang menyebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia secara umum didanai oleh asing merupakan sebuah kesalahan konseptual. Ia menekankan bahwa banyak organisasi non‑pemerintah beroperasi dengan sumber daya lokal, termasuk sumbangan masyarakat, hibah pemerintah, dan pendapatan usaha sosial.
- Memberikan pengawasan independen terhadap pelaksanaan kebijakan.
- Mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
- Mengidentifikasi kesenjangan sosial yang belum terpenuhi.
LSM yang berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat sering kali mengungkap masalah yang tidak terlihat oleh aparat resmi. Contohnya, dalam bidang lingkungan hidup, organisasi non‑pemerintah berhasil menyoroti dampak penebangan liar yang kemudian memicu revisi regulasi.
Namun, penyebaran narasi bahwa semua LSM tergantung pada dana asing dapat menurunkan kepercayaan publik, menurunkan partisipasi warga, dan menghambat kolaborasi lintas sektor. Hal ini berisiko memecah belah ruang publik yang seharusnya bersifat inklusif.
Barry mengajak semua pemangku kepentingan—pemerintah, media, dan masyarakat—untuk menilai peran LSM secara objektif, menghargai kontribusi mereka, sekaligus tetap membuka ruang bagi kritik yang membangun. Dengan begitu, demokrasi Indonesia dapat terus berkembang dengan kualitas yang lebih tinggi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet