LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Deportivо Alavés memberikan kejutan besar pada laga ke-36 La Liga 2025/2026 dengan mengalahkan juara bertahan FC Barcelona 1-0 di Stadion Mendizorroza pada 14 Mei 2026. Gol tunggal Ibrahim Diabate yang tercipta pada tambahan pertama babak pertama menjadi penentu, sekaligus menghentikan upaya Barcelona untuk menembus angka tiga digit poin dalam satu musim.
Latihan Pra-Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
Setelah memastikan gelar juara pada akhir pekan sebelumnya dengan kemenangan 2-0 atas Real Madrid, Barcelona memasuki laga ini dengan agenda rotasi pemain. Pelatih Hansi Flick menurunkan delapan perubahan dalam susunan pemain inti, termasuk menurunkan Ferran Torres, Pedri, dan Joao Cancelo ke lini tengah. Sementara itu, Alavés, yang berada di zona degradasi pada posisi 19 dengan 37 poin, mengandalkan skuad utama dan semangat juara untuk mengamankan tiga poin penting.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama, Alavés menunjukkan sikap agresif dan menekan pertahanan Barcelona yang tampak kurang tajam akibat rotasi. Pada menit ke-2, Diabate hampir mencetak gol setelah menerima bola di dalam kotak penalti, namun tembakannya meleset tipis. Barcelona berusaha membalas melalui Marcus Rashford yang aktif di sisi kiri, namun usahanya dibendung oleh Nahuel Tenaglia dan pertahanan Alavés.
Pada menit ke-8, Jules Koundé mengirimkan umpan silang ke tiang jauh yang dihadapi Rashford dengan sepakan setengah voli, namun bola kembali melenceng. Barcelona terus menekan, namun tidak mampu menciptakan tembakan tepat sasaran. Di babak pertama, Diabate memanfaatkan peluang pada menit ke-43 ketika ia mengeksekusi tembakan keras dari dalam area setelah menerima umpan silang, mengamankan keunggulan 1-0.
Babak kedua berlanjut dengan dominasi penguasaan bola Barcelona (sekitar 68% possession) namun serangan mereka tetap tidak berbuah gol. Alavés menegakkan pertahanan rapat, menutup celah dan menahan tekanan. Tidak ada tembakan yang berhasil mengancam gawang Alavés hingga akhir pertandingan.
Statistik Kunci
| Tim | Poin Sebelum | Poin Sesudah | Posisi Liga |
|---|---|---|---|
| Barcelona | 91 | 91 | 1 (Juara) |
| Alavés | 37 | 40 | 15 |
Dengan hasil ini, Barcelona tetap menjadi juara dengan selisih 12 poin dari pesaing terdekat, namun impian mencapai 100 poin berakhir. Sementara Alavés melompat ke posisi 15 dengan 40 poin, menutup jarak satu poin dari zona aman (posisi 17) menjelang dua pertandingan terakhir.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Hansi Flick mengaku sedikit kecewa, namun tetap menyoroti hal‑hal positif: “Kami tidak dapat mencetak gol, namun kami melihat banyak kerja keras. Kami harus menata kembali fokus untuk pertandingan-pertandingan akhir.” Di sisi lain, pelatih Alavés memuji mental tim: “Para pemain bermain dengan semangat juang tinggi. Gol Diabate adalah buah kerja keras kolektif.”
Dampak pada Persaingan Liga
- Barcelona gagal menambah total poin menjadi 100, mencatatkan rekor poin tertinggi di era modern namun tidak mencapai target pribadi.
- Alavés menambah jarak satu poin dari zona aman, meningkatkan peluang bertahan di La Liga pada putaran akhir.
- Tim lain di zona tengah, seperti Girona dan Elche, kini memiliki peluang lebih besar untuk menyalip Alavés jika mereka mengamankan kemenangan di minggu-minggu berikutnya.
Keputusan besar dari kedua klub menambah drama pada fase penutup La Liga. Barcelona kini dapat beristirahat sejenak setelah merayakan gelar, sementara Alavés harus melanjutkan perjuangan keras untuk menghindari degradasi.
Secara keseluruhan, kemenangan tipis Alavés melukiskan betapa pentingnya konsistensi dan motivasi dalam sepak bola, terutama ketika tekanan relegasi melanda. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa bahkan tim juara sekalipun tidak kebal terhadap kejutan dari lawan yang berjuang keras.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet