Persib Bandung Dapat Denda Rp3,5 Miliar dan Hukuman Tanpa Penonton: Dampak Kericuhan di ACL 2
Persib Bandung Dapat Denda Rp3,5 Miliar dan Hukuman Tanpa Penonton: Dampak Kericuhan di ACL 2

Persib Bandung Dapat Denda Rp3,5 Miliar dan Hukuman Tanpa Penonton: Dampak Kericuhan di ACL 2

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Persib Bandung resmi dijatuhi sanksi berat oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah insiden kericuhan pada laga 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025‑2026 melawan Ratchaburi FC. Keputusan AFC yang diumumkan pada Rabu, 13 Mei 2026, mencakup denda sebesar USD 200 ribu (kira‑kira Rp3,4‑3,5 miliar) serta larangan menampilkan penonton pada dua pertandingan kandang berikutnya di kompetisi antarklub AFC.

Detail Insiden di Gelora Bandung Lautan Api

Pada 18 Februari 2026, Persib menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Laga berakhir dengan skor 1‑0 untuk Ratchaburi (agregat 1‑3), menyingkirkan Persib dari turnamen. Selama babak kedua, sejumlah suporter Persib yang dikenal sebagai Bobotoh melakukan aksi melanggar aturan: menyalakan kembang api, flare, serta melemparkan benda‑benda seperti potongan kursi, botol plastik, dan objek lain ke dalam lapangan. Beberapa oknum bahkan berhasil menembus pagar pembatas dan menginvasi lapangan setelah peluit akhir.

AFC mencatat bahwa aksi tersebut tidak hanya mengganggu jalannya pertandingan, melainkan juga merusak fasilitas stadion, menghalangi jalur evakuasi, serta mengganggu proses keamanan tim lawan. Wasit Majed Mohammed Al Shamrani, asal Arab Saudi, melaporkan adanya gangguan keamanan yang signifikan, sehingga komite disiplin AFC menilai Persib gagal memenuhi kewajiban pengamanan pertandingan.

Keputusan Disiplin AFC

Komite Disiplin dan Etik AFC, setelah rapat pada 13 Mei 2026, memutuskan tiga poin utama:

  • Denda total USD 200 000 (sekitar Rp3,5 miliar) yang harus dibayarkan dalam 30 hari.
  • Penutupan penuh stadion untuk dua laga kandang berikutnya di kompetisi AFC, yang berarti tidak ada penonton yang diizinkan masuk.
  • Penangguhan hukuman penutupan pada laga kedua selama masa percobaan dua tahun; bila terjadi pelanggaran serupa, sanksi penuh akan diberlakukan.

Selain itu, AFC menekankan bahwa Persib harus memperbaiki prosedur keamanan, memastikan jalur evakuasi bersih, serta menutup sementara Tribune Selatan dan VIP Barat Selatan (sektor D dan E) hingga masalah teratasi.

Respons Manajemen Persib

Manajemen Persib Bandung segera merespon dengan pernyataan resmi. Mereka menutup sementara Tribune Selatan serta VIP Barat Selatan mulai dari pertandingan Persib vs Persita Tangerang pada 22 Februari 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Klub juga berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan, meningkatkan pengawasan suporter, serta menegakkan aturan stadion secara ketat.

Direktur Persib, dalam konferensi pers, menyatakan bahwa klub tidak akan mengulang kesalahan serupa dan berkomitmen menjadikan GBLA sebagai arena yang aman dan nyaman bagi semua pihak. “Kami menyesal atas tindakan segelintir suporter yang merusak nama baik klub, kota, dan negara di panggung Asia,” kata sang direktur.

Implikasi bagi Sepak Bola Indonesia

Sanksi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh klub Indonesia yang berpartisipasi dalam kompetisi internasional. AFC menegaskan bahwa standar keamanan dan perilaku suporter harus dipenuhi tanpa kompromi. Jika klub lain mengalami pelanggaran serupa, mereka dapat menghadapi denda dan larangan penonton yang lebih berat.

Selain dampak finansial, hukuman tanpa penonton dapat memengaruhi performa tim di lapangan. Tanpa dukungan suporter, pemain harus mengandalkan motivasi internal dan taktik pelatih. Bagi Persib, dua laga tanpa penonton dapat memengaruhi peringkat mereka di kompetisi domestik serta menurunkan pendapatan dari tiket.

Langkah Selanjutnya

Persib kini fokus menyelesaikan pembayaran denda dan menyiapkan stadion untuk laga tanpa penonton. Klub berencana mengadakan program edukasi bagi suporter, termasuk pelatihan disiplin, sosialisasi aturan AFC, serta kerja sama dengan pihak keamanan lokal.

Jika Persib dapat memenuhi semua ketentuan dalam masa percobaan, hukuman penutupan pada laga kedua dapat tetap ditangguhkan, memberi ruang bagi klub untuk memperbaiki citra dan mengembalikan kepercayaan publik.

Insiden ini sekaligus menjadi pelajaran penting bagi seluruh ekosistem sepak bola Indonesia: keamanan stadion, pengelolaan suporter, dan kepatuhan terhadap regulasi internasional harus menjadi prioritas utama demi kelangsungan kompetisi yang fair dan aman.