Alavés Usai Juara Liga, Deretkan Kemenangan Dramatis atas Barcelona 1-0 di Mendizorroza
Alavés Usai Juara Liga, Deretkan Kemenangan Dramatis atas Barcelona 1-0 di Mendizorroza

Alavés Usai Juara Liga, Deretkan Kemenangan Dramatis atas Barcelona 1-0 di Mendizorroza

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Vitoria-Gasteiz, 14 Mei 2026 – Di tengah sorotan pasca penobatan juara La Liga 2025/2026, Deportivo Alavés menorehkan kemenangan penting melawan Barcelona dengan skor tipis 1-0 di Estadio de Mendizorroza. Gol tunggal yang memecah kebuntuan datang dari Ibrahim Diabate pada menit ke-31, mengirimkan Alavés kembali ke zona aman sekaligus menghentikan ambisi Blaugrana mengumpulkan 100 poin musim ini.

Awal Laga yang Menegangkan

Sejak peluit pertama, Alavés memperlihatkan pola permainan agresif. Tim tuan rumah menekan tinggi, memaksa pertahanan Barcelona yang tampak kurang terorganisir akibat rotasi besar-besaran. Pelatih Hansi Flick menurunkan delapan perubahan di lini mulai, termasuk menurunkan pemain inti seperti Pedri, Ferran Torres, dan Joao Cancelo, serta menempatkan Aleksandar Koundé di posisi sayap kanan dan Alejandro Balde di sisi kiri.

Strategi rotasi tersebut dimaksudkan untuk memberi istirahat pada pemain utama setelah memastikan gelar, namun secara tak terduga menurunkan intensitas serangan Barcelona. Hal ini terlihat jelas ketika serangan awal Barcelona hanya menghasilkan beberapa peluang tipis, sementara Alavés terus menekan di area pertahanan lawan.

Gol Penentu Ibrahim Diabate

Pada menit ke-31, serangan balik Alavés memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan Barcelona yang masih menyesuaikan diri. Diabate menerima umpan silang pendek dari Toni Martínez, menaklukkan bek kiri Barcelona, dan mengeksekusi tembakan satu‑sentimeter ke sudut kanan gawang. Kiper Marc‑André ter Stegen tak mampu mengantisipasi arah bola, sehingga gol tercipta. Gol tersebut menjadi gol pertama Alavés melawan Barcelona sejak September 2016, mengakhiri catatan 16 pertandingan tanpa kemenangan melawan tim Catalan.

Setelah gol, Alavés beralih ke taktik bertahan superrapat. Pelatih mereka menurunkan formasi 5‑4‑1, menutup celah-celah di lini belakang dan menekan setiap serangan Barcelona dengan intensitas tinggi.

Statistik Kritis

  • Jumlah perubahan pemain Barcelona: 8 pemain (Pedri, Ferran Torres, Joao Cancelo, Jules Koundé, Alejandro Balde, Robert Lewandowski, dan lain‑lain).
  • Tembakan tepat sasaran Barcelona: 0 (rekor pertama sejak melawan Real Sociedad pada November 2024).
  • Possession: Barcelona 58%, Alavés 42%.
  • Jumlah kartu kuning: 2 (satu untuk Rashford, satu untuk Diabate).
  • Jumlah tembakan total: Barcelona 7, Alavés 4.

Reaksi Pemain dan Pelatih

Setelah peluit akhir, pelatih Alavés mengungkapkan kebahagiaan atas kemenangan yang sekaligus membantu timnya menjauh dari zona degradasi. “Kami bermain dengan keberanian dan rasa tanggung jawab. Diabate menunjukkan kelasnya, dan seluruh tim berkomitmen untuk tetap bertahan di La Liga,” ujarnya.

Sementara itu, Hansi Flick tampak kecewa namun tetap optimis. “Kami melakukan rotasi karena jadwal padat dan kami sudah mengamankan gelar. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, kami tetap fokus pada persiapan musim depan,” kata Flick dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Dampak pada Klasemen dan Target Poin

Kemenangan Alavés mengangkat mereka ke posisi 15 dengan 36 poin, selisih tiga poin dari zona aman. Sebaliknya, Barcelona tetap berada di puncak klasemen dengan 99 poin, satu poin di bawah target 100 yang menjadi sorotan media. Kegagalan mencetak satu tembakan tepat sasaran menjadi catatan hitam bagi tim yang selama ini dikenal dengan serangan tajam.

Dengan sisa dua pertandingan musim, Barcelona masih berpeluang menembus angka 100 poin jika mampu meraih kemenangan melawan Osasuna dan Real Sociedad. Namun, performa terakhir menimbulkan pertanyaan tentang kedalaman skuad dan kesiapan pemain cadangan dalam menghadapi tekanan kompetisi.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi contoh klasik bagaimana tim yang berjuang untuk bertahan dapat mengalahkan juara yang sedang menikmati masa puncak. Alavés, yang baru saja menyaksikan rekan sekotanya merayakan gelar, membuktikan bahwa semangat juang masih menjadi faktor penentu dalam sepak bola.

Kemenangan ini tidak hanya menyelamatkan Alavés dari ancaman degradasi, tetapi juga memberi pelajaran penting bagi Barcelona: rotasi pemain harus tetap memperhatikan keseimbangan taktis, terutama ketika menghadapi tim yang memiliki motivasi tinggi. Kedepannya, kedua tim akan kembali ke jadwal masing‑masing dengan pelajaran berharga yang dapat memengaruhi hasil akhir kompetisi La Liga 2025/2026.