Pengamat: Indonesia Kunci Ketahanan Pangan ASEAN
Pengamat: Indonesia Kunci Ketahanan Pangan ASEAN

Pengamat: Indonesia Kunci Ketahanan Pangan ASEAN

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Seorang pengamat Timur Tengah yang juga dosen Universitas Indonesia, Muhammad Syaroni Rofii, menilai bahwa Indonesia memegang peranan penting dalam menjamin ketahanan pangan di kawasan ASEAN. Menurutnya, posisi geografis, luas lahan pertanian, serta potensi produksi pangan yang beragam menjadikan Indonesia sebagai tulang punggung bagi upaya regional.

Rofii menekankan tiga faktor utama yang membuat Indonesia strategis. Pertama, Indonesia memiliki lebih dari 1,8 juta hektar lahan sawah yang masih produktif, sekaligus kawasan perkebunan yang dapat menambah suplai beras, jagung, dan kedelai. Kedua, kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada swasembada pangan, seperti program revitalisasi lahan pertanian dan peningkatan teknologi pertanian, memberikan landasan kuat bagi peningkatan produksi. Ketiga, jaringan distribusi dalam negeri yang luas memungkinkan penyaluran pangan ke wilayah-wilayah paling membutuhkan, termasuk negara-negara tetangga yang mengalami defisit produksi.

Berikut ini rangkuman poin‑poin penting yang diutarakan oleh pengamat tersebut:

  • Luas lahan pertanian terbesar di ASEAN, mendukung produksi beras, jagung, kedelai, dan komoditas lain.
  • Kebijakan swasembada yang terintegrasi dengan program modernisasi pertanian.
  • Infrastruktur logistik yang memungkinkan distribusi cepat ke pasar domestik dan regional.
  • Kerjasama multinasional melalui ASEAN yang memperkuat rantai pasok pangan.

Namun, Rofii juga mengingatkan bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya optimal. Tantangan seperti perubahan iklim, degradasi tanah, dan ketergantungan pada input impor masih menjadi kendala utama. Ia menyerukan peningkatan riset agrikultur, adopsi teknologi pertanian presisi, serta dukungan finansial bagi petani kecil untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Jika langkah‑langkah tersebut dapat diwujudkan, Indonesia tidak hanya akan memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi signifikan pada stabilitas pangan ASEAN secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan visi kawasan untuk menciptakan jaringan keamanan pangan yang resilien menghadapi dinamika pasar global.