Oxford United Ganti Ketua, Pertahankan Bintang Indonesia: Langkah Besar Mengatasi Degradasi ke League One
Oxford United Ganti Ketua, Pertahankan Bintang Indonesia: Langkah Besar Mengatasi Degradasi ke League One

Oxford United Ganti Ketua, Pertahankan Bintang Indonesia: Langkah Besar Mengatasi Degradasi ke League One

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Oxford United resmi mengumumkan rangkaian perubahan manajerial sekaligus keputusan strategis terkait skuad pemain menjelang musim kompetisi berikutnya. Perubahan paling menonjol adalah penunjukan Dusan Bogdanovic sebagai ketua klub menggantikan Grant Ferguson yang telah memimpin selama empat tahun, serta masuknya Rudi Laksmana ke dalam jajaran dewan direksi. Di sisi lain, klub mempertahankan dua pemain timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan, sebagai bagian dari rencana mempertahankan kualitas teknis di tengah penurunan kasta ke League One.

Perombakan Struktur Kepemimpinan

Pada pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui situs resmi Oxford United, pihak klub menyatakan bahwa penunjukan Dusan Bogdanovic efektif mulai hari ini. Bogdanovic, yang dikenal sebagai agen pemain sukses dengan jaringan luas di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sebelumnya berperan sebagai agen bagi pemain muda berbakat seperti Marselino Ferdinan dan Egy Maulana Vikri. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai anggota dewan di klub Garudayaksa FC, klub Indonesia yang baru saja meraih promosi ke Super League.

Rudi Laksmana, yang memiliki pengalaman sebagai anggota dewan Inter Milan pada masa kepemilikan Erick Thohir, juga resmi bergabung sebagai direktur. Kedua tokoh ini diharapkan membawa perspektif internasional dan memperkuat hubungan antara Oxford United dan pasar sepak bola Indonesia.

Grant Ferguson, meski mengundurkan diri dari posisi ketua, tetap akan berkontribusi sebagai anggota dewan klub, memberikan kontinuitas dalam kebijakan jangka panjang yang telah ia bangun selama empat tahun terakhir.

Motivasi di Balik Perubahan

Oxford United baru saja mengalami degradasi dari Championship ke League One setelah mengakhiri musim dengan peringkat ke‑22 dan hanya mengumpulkan 47 poin dari 46 pertandingan. Degradasi ini menjadi pemicu utama bagi manajemen untuk melakukan restrukturisasi. Menurut Ed Waldron, Kepala Operasional Sepak Bola Oxford United, perubahan ini merupakan upaya “menguatkan fondasi klub, meningkatkan kinerja di lapangan, serta menyiapkan strategi jangka panjang untuk kembali ke kasta atas.”

Pertahankan Talenta Indonesia

Di tengah pergantian manajemen, Oxford United menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan Ole Romeny dan Marselino Ferdinan. Kedua pemain tidak termasuk dalam sepuluh pemain yang kontraknya berakhir dan akan dilepas. Ole Romeny mencatat 18 penampilan pada musim ini, 16 di Championship dan dua di Piala FA, sementara Marselino, yang berusia 21 tahun, kembali dari masa pinjaman di AS Trencin, Slovakia, dengan tiga penampilan.

Pertahankan dua pemain Indonesia ini dianggap penting tidak hanya dari segi teknis, tetapi juga sebagai simbol hubungan kuat antara klub dan pasar Asia. Dusan Bogdanovic menekankan bahwa “fokus kami adalah mendukung pengembangan pemain di semua tingkatan, memberikan kesempatan bagi talenta muda untuk bersinar di level kompetisi Eropa.”

Daftar Pemain yang Dilepas

  • Przemysław Płacheta
  • Myles Peart‑Harris
  • Hidde ter Avest
  • Owen Dale
  • Will Goodwin
  • Joshua Johnson
  • Jacob Knightbridge
  • Steph Negru
  • Tom Bradshaw
  • Stuart Findlay

Sepuluh pemain tersebut akan meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir. Płacheta, misalnya, mencetak enam gol dalam 60 penampilan sejak bergabung pada musim panas 2024 dan menjadi salah satu kontributor utama selama dua musim Oxford di Championship.

Harapan untuk Musim Depan

Dengan dewan direksi baru dan skuad yang telah disederhanakan, Oxford United menargetkan promosi kembali ke Championship dalam satu musim. Rencana perekrutan pemain baru sedang berjalan, dan klub berjanji akan menambah kualitas serta kedalaman tim untuk menghadapi tantangan League One yang kompetitif.

Secara keseluruhan, langkah strategis ini mencerminkan ambisi klub untuk bangkit kembali. Integrasi tokoh Indonesia dalam kepemimpinan serta keberlanjutan pemain berbakat dari tanah air diharapkan memberikan sinergi positif, tidak hanya bagi hasil di lapangan, tetapi juga bagi ekspansi komersial dan basis pendukung internasional.

Dengan kepemimpinan baru, dukungan pemain Indonesia, serta kebijakan transfer yang terfokus, Oxford United bertekad mengubah kegagalan menjadi peluang, mengembalikan nama klub ke puncak sepak bola Inggris.