Transformasi Combat Force menjadi Strategic Force: Pandangan KSAD Maruli dan Menteri Luhut di Seminar Nasional TNI AD Seskoad Bandung
Transformasi Combat Force menjadi Strategic Force: Pandangan KSAD Maruli dan Menteri Luhut di Seminar Nasional TNI AD Seskoad Bandung

Transformasi Combat Force menjadi Strategic Force: Pandangan KSAD Maruli dan Menteri Luhut di Seminar Nasional TNI AD Seskoad Bandung

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Pada 26 Mei 2023, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung menjadi tuan rumah Seminar Nasional TNI AD yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi militer dan sipil, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Tamtomo serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Seminar tersebut difokuskan pada agenda strategis utama TNI AD, yakni transformasi dari konsep Combat Force tradisional ke Strategic Force yang lebih adaptif terhadap dinamika geopolitik dan ancaman non‑konvensional. KSAD Maruli menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar penyesuaian doktrin, melainkan pergeseran paradigma operasi, organisasi, serta pemanfaatan teknologi canggih.

  • Peningkatan kemampuan integrasi lintas domain (udara, darat, siber, ruang).
  • Penerapan sistem persenjataan presisi dan platform berteknologi tinggi.
  • Pembentukan unit-unit khusus yang dapat beroperasi secara otonom dalam skala strategis.

Di sisi lain, Menteri Luhut menyoroti keterkaitan erat antara penguatan Strategic Force dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa modernisasi alutsista harus selaras dengan pengembangan industri pertahanan dalam negeri, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Luhut juga mengingatkan pentingnya sinergi antara TNI AD, kementerian terkait, dan sektor swasta untuk memastikan bahwa setiap dana yang dialokasikan menghasilkan nilai tambah ekonomi, bukan sekadar pembelian peralatan.

Para peserta seminar sepakat bahwa transformasi ini akan meningkatkan daya tanggap TNI AD dalam menghadapi ancaman hybrid, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain regional yang dapat berkontribusi pada keamanan kawasan.

Implementasi roadmap Strategic Force diproyeksikan selesai dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun, dengan tahapan evaluasi berkala untuk menyesuaikan kebijakan berdasarkan perkembangan teknologi dan situasi geopolitik.