Permintaan Emas Meledak! Produksi China Anjlok, Sinyal Harga Bakal Meroket
Permintaan Emas Meledak! Produksi China Anjlok, Sinyal Harga Bakal Meroket

Permintaan Emas Meledak! Produksi China Anjlok, Sinyal Harga Bakal Meroket

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Permintaan emas global mengalami lonjakan signifikan pada kuartal pertama 2024, dipicu oleh ketidakpastian geopolitik, inflasi yang tetap tinggi, serta kebijakan moneter bank sentral di beberapa negara. Data terbaru menunjukkan bahwa China, sebagai konsumen emas terbesar di dunia, mencatat peningkatan permintaan sebesar sekitar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, produksi emas dalam negeri China justru mengalami penurunan tajam. Menurut laporan resmi Badan Statistik China, produksi emas pada Januari‑Juni 2024 menurun hampir 9% menjadi 330.000 kilogram, turun dari 363.000 kilogram pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penutupan tambang lama, penurunan investasi di sektor pertambangan, serta regulasi lingkungan yang lebih ketat.

Berikut ini ringkasan data utama:

  • Permintaan emas domestik China: +12% YoY
  • Produksi emas China: -9% YoY
  • Stok emas resmi (official gold reserves) China: naik 4% menjadi 1.84 juta kilogram
  • Harga emas internasional: naik dari US$1.920 per ounce pada awal Januari menjadi US$2.050 per ounce pada akhir Juni 2024

Kombinasi antara permintaan yang melonjak dan pasokan yang menurun menimbulkan sinyal kuat bahwa harga emas akan terus menguat dalam beberapa bulan ke depan. Analis pasar logam mulia memperkirakan harga emas dapat menembus level US$2.200 per ounce menjelang akhir tahun 2024, terutama bila tekanan inflasi dan volatilitas pasar keuangan tetap tinggi.

Implikasi bagi investor Indonesia cukup signifikan. Karena harga emas yang naik, dana pensiun, reksa dana, serta investor ritel semakin tertarik menambah eksposur logam mulia dalam portofolio mereka sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan harga juga dapat memicu spekulasi berlebih yang meningkatkan volatilitas pasar spot.

Secara keseluruhan, dinamika permintaan emas yang meledak bersamaan dengan penurunan produksi di China menciptakan kondisi pasar yang mendukung tren kenaikan harga. Pengamat menyarankan investor untuk memantau kebijakan moneter global, data inflasi, serta kebijakan pertambangan China sebagai indikator utama pergerakan harga emas selanjutnya.