Masayoshi Son Guncangkan Dunia AI: SoftBank Suntik $450 Juta ke Graphcore dan Target AGI Global
Masayoshi Son Guncangkan Dunia AI: SoftBank Suntik $450 Juta ke Graphcore dan Target AGI Global

Masayoshi Son Guncangkan Dunia AI: SoftBank Suntik $450 Juta ke Graphcore dan Target AGI Global

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Tokyo – Masayoshi Son, pendiri sekaligus CEO SoftBank, kembali menegaskan ambisinya untuk memimpin revolusi kecerdasan buatan (AI) dengan menginjeksi dana sebesar lebih dari $450 juta ke perusahaan chip AI asal Inggris, Graphcore. Langkah ini menandai langkah strategis terbaru dalam rangkaian investasi besar SoftBank di sektor AI, yang mencakup kepemilikan saham signifikan di OpenAI, proyek ambisius Stargate senilai $500 miliar, serta rencana peluncuran perusahaan terpisah yang menggabungkan AI dan robotika di Amerika Serikat.

Investasi Besar SoftBank di Graphcore

Graphcore, yang dikenal dengan arsitektur IPU (Intelligence Processing Unit) untuk beban kerja AI generatif, resmi menjadi bagian dari grup SoftBank pada tahun 2024. Pada 10 April, perusahaan mencatat penerbitan saham tunggal senilai $457 juta, yang sebagian besar dana tersebut berasal dari SoftBank. Seorang juru bicara Graphcore mengonfirmasi bahwa suntikan dana tersebut akan memperkuat pengembangan chip generasi berikutnya serta memperluas jaringan kolaborasi dengan SoftBank dalam pencapaian kecerdasan umum buatan (Artificial General Intelligence/AGI).

Strategi Masayoshi Son dalam Menguasai AI

Son telah lama menekankan pentingnya chip sebagai fondasi bagi era AI selanjutnya. Dalam beberapa wawancara, ia menyebut Graphcore sebagai “perusahaan dengan keahlian mendalam dalam desain chip, yang melengkapi kepemimpinan Arm dalam hak kekayaan intelektual semikonduktor.” SoftBank sebelumnya mengakuisisi mayoritas saham Arm pada 2016, yang kemudian melantai di Nasdaq pada 2023, serta mengakuisisi perusahaan desain silikon Ampere Computing pada 2025. Kombinasi portofolio tersebut menegaskan strategi terintegrasi SoftBank: menguasai lapisan perangkat keras, perangkat lunak, serta layanan cloud yang diperlukan untuk AI skala besar.

Selain Graphcore, SoftBank juga mengumumkan rencana investasi hingga £1 miliar untuk mendirikan kampus AI baru di Bengaluru, India, yang akan menampung ratusan talenta di bidang silicon, software, dan sistem AI. Di Eropa, perusahaan sedang merundingkan proyek pusat data AI di Prancis, sementara pada April lalu Financial Times melaporkan bahwa SoftBank menargetkan peluncuran perusahaan AI‑robotik terpisah di AS pada tahun ini.

Dinamika Pasar Chip AI Global

Langkah SoftBank terjadi di tengah lonjakan minat pasar terhadap chip AI. Saham Intel, misalnya, melonjak hampir 214% sejak akhir Maret, menambah nilai kapitalisasi pasar lebih dari $440 miliar. Kenaikan tersebut dipicu oleh laporan kesepakatan produksi chip dengan Apple serta kemitraan strategis dengan Nvidia. Meskipun demikian, analis memperingatkan risiko momentum yang berlebihan, mengingat tingginya tingkat short interest di sektor semikonduktor. Bagi SoftBank, investasi di Graphcore dan portofolio chip lainnya menawarkan diversifikasi yang lebih terfokus pada AI dibandingkan spekulasi pasar umum.

Grafik di bawah ini merangkum tiga pilar utama investasi AI SoftBank dalam dua tahun terakhir:

  • Investasi $450 juta+ di Graphcore untuk pengembangan chip IPU generasi selanjutnya.
  • Stake signifikan di OpenAI dan partisipasi dalam proyek Stargate $500 miliar bersama Oracle.
  • Pengembangan infrastruktur AI global, termasuk pusat data di Prancis dan kampus AI di Bengaluru.

Dengan menumpuk modal pada perusahaan chip yang memiliki keunggulan khusus, SoftBank berharap dapat mengamankan posisi penyuplai utama bagi model AI generatif yang semakin kompleks. Son menegaskan bahwa kontrol atas perangkat keras adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada pemain tunggal seperti Nvidia dan memastikan ekosistem AI yang lebih terbuka.

Secara keseluruhan, strategi Masayoshi Son menunjukkan visi jangka panjang yang menyeimbangkan antara akuisisi teknologi kritis, pendanaan inovatif, dan pembangunan ekosistem AI global. Jika berhasil, SoftBank dapat mengubah lanskap industri chip dan AI, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam revolusi teknologi masa depan.