Layvin Kurzawa Ditinggal, Persib Bandung Hadapi Dua Laga Krusial Tanpa Bek Kiri Andalan
Layvin Kurzawa Ditinggal, Persib Bandung Hadapi Dua Laga Krusial Tanpa Bek Kiri Andalan

Layvin Kurzawa Ditinggal, Persib Bandung Hadapi Dua Laga Krusial Tanpa Bek Kiri Andalan

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Persib Bandung resmi kehilangan bek kiri asal Prancis, Layvin Kurzawa, menjelang dua laga penentu juara BRI Super League 2025/2026. Cedera hamstring yang terjadi pada laga melawan Persija Jakarta, Minggu 10 Mei 2026, memaksa sang pemain keluar lapangan setelah hanya menempuh sekitar dua puluh menit. Kepergian Kurzawa menambah beban pertahanan Maung Bandung pada pekan terakhir kompetisi, di mana mereka harus mengamankan tiga poin melawan PSM Makassar (17 Mei) dan Persijap Jepara (23 Mei) untuk mengukuhkan gelar ketiga berturut‑turut.

Riwayat Singkat dan Kontribusi di Persib

Layvin Kurzawa bergabung dengan Persib pada bursa transfer paruh musim Januari 2026. Sebelumnya, ia pernah membela klub raksasa Prancis, Paris Saint‑Germain, serta memiliki pengalaman di beberapa liga Eropa. Kedatangan Kurzawa di Kota Kembang diharapkan menambah kualitas lini belakang, terutama pada sisi kiri yang selama ini menjadi titik lemah.

Sejak debutnya pada laga leg pertama 16 Besar AFC Champions League Two melawan Ratchaburi FC pada 11 Februari 2026, Kurzawa hanya mencatat sembilan penampilan di semua kompetisi Persib, dengan total 158 menit bermain. Dari sembilan laga tersebut, tujuh terjadi di BRI Super League dan dua di ajang AFC Champions League Two. Meskipun peranannya sebagian besar sebagai pemain pengganti, ia berhasil memberikan satu assist penting dalam kemenangan 4-2 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 30 April 2026.

  • Penampilan: 9 laga (7 Super League, 2 AFC Champions League Two)
  • Menit bermain: 158 menit
  • Assist: 1 (vs Bhayangkara Presisi Lampung FC)

Cedera Hamstring dan Dampaknya

Pada pekan ke‑32 liga, Persib berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda. Kurzawa masuk pada menit ke‑60 menggantikan Luciano Guaycochea. Namun, tak lama kemudian ia mengeluh pada paha belakang, menandakan cedera hamstring. Tim medis memutuskan mengeluarkannya pada menit ke‑80 dan digantikan oleh Dedi Kusnandar.

Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, mengonfirmasi bahwa cedera tersebut bersifat cukup serius sehingga Kurzawa tidak akan dapat bermain pada dua pertandingan terakhir. “Saya rasa dia cedera hamstring, sayang sekali, padahal dia mulai bermain bagus di beberapa laga terakhir, dia sudah kembali ke performanya. Tetapi ketika seorang pemain tidak memiliki waktu istirahat, terkadang hal‑hal seperti ini terjadi,” ujar Hodak dalam pernyataan resmi yang dimuat di laman I.League.

Strategi Persib Tanpa Kurzawa

Hodak menegaskan bahwa meski kehilangan Kurzawa, skuad tetap harus fokus pada hasil. “Kami memiliki dua pertandingan lagi jadi kami harus berhati‑hati. Hasil pertandingan hanya bergantung pada diri kami sendiri, bukan orang lain,” tegasnya. Pelatih diperkirakan akan mengandalkan Dedi Kusnandar dan pemain sayap lain untuk menutupi kekosongan di sisi kiri.

Persib saat ini memuncaki klasemen sementara dengan 75 poin, unggul head‑to‑head atas Borneo FC yang memiliki poin sama. Jika Maung Bandung berhasil menjuarai kedua laga terakhir, mereka akan mengamankan gelar juara secara otomatis. Namun, kehilangan Kurzawa menambah tekanan pada lini belakang, terutama menghadapi serangan cepat PSM Makassar dan Persijap Jepara yang dikenal memiliki pemain sayap berbahaya.

Reaksi Penggemar dan Media

Ratusan suporter The Jakmania yang hadir di Persija Training Ground, Depok, pada 8 Mei 2026, menyampaikan dukungan moral kepada tim. Kabar cedera Kurzawa memicu keprihatinan di antara mereka, mengingat peran penting sang pemain dalam membantu Persib meraih poin penting selama fase akhir musim.

Media lokal, termasuk Bola.com, Antara, dan Suara.com, melaporkan bahwa cedera ini menjadi pukulan telak bagi Persib. Semua outlet sepakat bahwa kecukupan waktu istirahat menjadi faktor utama terjadinya cedera otot pada Kurzawa, mengingat jadwal kompetisi yang padat dalam beberapa minggu terakhir.

Prospek Persib di Dua Laga Terakhir

Dengan Kurzawa absen, fokus utama Persib adalah mempertahankan konsistensi serangan serta memperkuat pertahanan melalui taktik kolektif. Pelatih Bojan Hodak diperkirakan akan menyesuaikan formasi menjadi 4‑3‑3 dengan pemain sayap mengisi peran defensif tambahan. Dedi Kusnandar, yang sudah terbiasa menjadi pengganti Kurzawa, akan mendapatkan kesempatan bermain penuh di kedua laga.

Jika Persib berhasil mengamankan tiga poin melawan PSM Makassar dan Persijap Jepara, mereka akan mengakhiri musim dengan total 81 poin, memperkuat posisi sebagai tim paling dominan di era modern Liga Indonesia. Namun, kegagalan meraih setidaknya satu kemenangan dapat membuka peluang bagi Borneo FC atau tim lain untuk menyalip di klasemen akhir.

Secara keseluruhan, kehilangan Layvin Kurzawa menambah tantangan bagi Persib Bandung di fase penutup BRI Super League 2025/2026. Namun, tekad dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh pelatih serta pemain lainnya menjadi faktor penentu apakah Maung Bandung dapat tetap mempertahankan gelar juara atau harus menyerah pada kompetisi yang semakin ketat.