Prabowo Terima Surat Investor Tiongkok soal Pajak dan Kuota Nikel

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Beberapa perusahaan asal Tiongkok yang menanamkan modal di sektor pertambangan dan industri pengolahan nikel Indonesia mengirimkan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Surat tersebut memuat keluhan terkait kebijakan perpajakan serta kuota ekspor nikel yang dinilai memberatkan bagi para investor.

Surat itu menyoroti tiga isu utama:

  • Kenaikan tarif pajak penghasilan dan pajak sumber daya alam yang berdampak pada profitabilitas proyek.
  • Penerapan kuota ekspor nikel yang dianggap tidak konsisten dengan perjanjian investasi bilateral.
  • Kebutuhan akan kepastian regulasi agar dapat merencanakan investasi jangka panjang.

Pihak perusahaan menekankan bahwa ketidakpastian kebijakan dapat mengurangi minat investasi asing, khususnya dari Tiongkok, yang selama ini menjadi mitra strategis Indonesia dalam pengembangan rantai nilai nikel untuk industri baterai listrik.

Presiden Prabowo menyatakan akan meninjau isi surat tersebut dan menyampaikan kepada kementerian terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Direktorat Jenderal Pajak. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

Jika permintaan investor dipertimbangkan, beberapa skenario kebijakan dapat muncul, antara lain peninjauan kembali tarif pajak bagi perusahaan tambang nikel, penyesuaian kuota ekspor yang lebih fleksibel, atau pemberian insentif fiskal untuk proyek pengolahan dalam negeri. Langkah tersebut diharapkan dapat mempertahankan aliran investasi asing serta mendukung target Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai listrik global.

Pengamat industri menilai bahwa dialog terbuka antara pemerintah dan investor asing merupakan faktor krusial untuk menghindari penurunan investasi di sektor strategis. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan kepastian regulasi dalam waktu dekat, sehingga proyek‑proyek nikel dapat berlanjut sesuai jadwal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.