Rupiah Sentuh Rp 17.500 per Dolar AS, Penyebab dan Proyeksi Nilai Tukar Minggu Ini

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Rupiah Indonesia mengalami penurunan nilai tukar signifikan pada akhir pekan lalu, mencatat level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang memperlemah sentimen pasar.

Faktor eksternal meliputi:

  • Penguatan dolar AS secara global setelah data inflasi Amerika menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi.
  • Kebijakan moneter Federal Reserve yang tetap hawkish, menahan harapan pemotongan suku bunga.
  • Ketidakstabilan geopolitik di kawasan Asia Timur yang meningkatkan permintaan safe‑haven.

Faktor domestik antara lain:

  • Data inflasi Indonesia yang masih berada di atas target Bank Indonesia, menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga.
  • Defisit perdagangan yang melebar akibat impor energi dan bahan baku yang tinggi.
  • Sentimen investor asing yang sensitif terhadap pergerakan nilai tukar.

Bank Indonesia (BI) menanggapi tekanan tersebut dengan menjaga suku bunga acuan pada 5,75% dan menyiapkan intervensi pasar bila diperlukan. Sementara itu, analis pasar memproyeksikan pergerakan nilai tukar selama pekan ini sebagai berikut:

Hari Perkiraan Kurs (Rp/USD)
Senin 17.480 – 17.520
Selasa 17.460 – 17.500
Rabu 17.440 – 17.480
Kamis 17.430 – 17.470
Jumat 17.420 – 17.460

Jika tekanan eksternal berlanjut, risiko rupiah kembali melemah di bawah Rp17.500. Namun, langkah kebijakan moneter yang hati‑hati dan dukungan cadangan devisa dapat menahan penurunan lebih dalam.