Membela Guru dan Penyuluh Agama Honorer di Tengah Kekhawatiran Penugasan Berakhir 2027

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Wacana mengenai penghentian penugasan guru non-ASN pada tahun 2027 memicu kegelisahan yang meluas di kalangan tenaga pendidik honorer, khususnya guru dan penyuluh agama. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut dapat menimbulkan ketidakpastian finansial dan mengancam keberlanjutan layanan pendidikan di daerah.

Serikat pekerja dan organisasi keagamaan mengingatkan bahwa guru honorer dan penyuluh agama telah berperan penting dalam menyampaikan materi pembelajaran serta nilai-nilai keagamaan selama bertahun‑tahun. Tanpa kepastian status kepegawaian, mereka berisiko kehilangan pendapatan tetap yang menjadi sumber utama bagi keluarga.

Berbagai tuntutan telah diajukan, antara lain:

  • Pengakuan resmi sebagai tenaga pendidik dengan hak pensiun dan jaminan sosial.
  • Peningkatan upah yang sejalan dengan standar guru ASN.
  • Pemberian kontrak jangka panjang atau penempatan tetap di sekolah dan lembaga keagamaan.

Pemerintah pusat menyatakan bahwa rencana penghentian penugasan bertujuan menyelaraskan regulasi kepegawaian serta mengoptimalkan alokasi anggaran. Namun, para ahli kebijakan menilai bahwa transisi harus diiringi dengan mekanisme transisi yang adil, termasuk program pelatihan ulang dan penempatan kembali.

Dalam upaya meminimalisir dampak negatif, beberapa daerah telah mengusulkan skema kerja sama antara pemerintah daerah dan kementerian terkait, sehingga guru honorer dapat diintegrasikan ke dalam sistem kepegawaian daerah. Langkah ini diharapkan dapat menjamin kelangsungan layanan pendidikan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi tenaga pendidik.

Ke depan, dialog antara pemerintah, serikat pekerja, dan organisasi keagamaan menjadi kunci untuk menemukan solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pihak. Penetapan kebijakan yang inklusif diharapkan tidak hanya melindungi hak-hak guru dan penyuluh agama honorer, tetapi juga menjaga kualitas pendidikan dan pembinaan nilai keagamaan bagi generasi mendatang.