Empat Pabrik Tekstil Kembangkan PLTS Atap untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Argo Manunggal Group, salah satu konglomerat industri tekstil terkemuka di Indonesia, mengumumkan penyelesaian tahap awal proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan total kapasitas terpasang 4.463 kWp. Proyek ini mencakup empat pabrik tekstil milik grup yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Tujuan utama inisiatif ini adalah mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional, menurunkan biaya produksi, serta mendukung agenda dekarbonisasi sektor manufaktur. Dengan memanfaatkan lahan atap yang sebelumnya tidak produktif, masing‑masing pabrik diperkirakan dapat menghasilkan listrik cukup untuk memenuhi 30‑40% kebutuhan energi harian mereka.

Berikut rincian singkat dari masing‑masing fasilitas yang terlibat:

  • Pabrik A (Cimahi): PLTS atap 1.200 kWp, diperkirakan menghemat Rp 1,2 miliar per tahun.
  • Pabrik B (Cirebon): PLTS atap 1.050 kWp, mengurangi emisi CO₂ sebesar 1.200 ton per tahun.
  • Pabrik C (Semarang): PLTS atap 1.100 kWp, meningkatkan kemandirian energi hingga 35%.
  • Pabrik D (Karawang): PLTS atap 1.113 kWp, berkontribusi pada target energi terbarukan 25% grup pada 2028.

Manajemen Argo Manunggal menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan teknologi bersih ke dalam rantai produksi. “Investasi pada energi surya tidak hanya mengurangi beban operasional, tetapi juga memperkuat posisi kompetitif kami di pasar global yang semakin menuntut keberlanjutan,” ujar Direktur Operasional, Budi Santoso.

Pembiayaan proyek sebagian besar bersumber dari dana internal grup, didukung oleh insentif fiskal pemerintah yang meliputi tarif feed‑in dan pengurangan pajak pertambahan nilai. Diperkirakan seluruh instalasi akan beroperasi penuh pada kuartal kedua 2025, dengan pemeliharaan rutin dan pemantauan kinerja berbasis sistem IoT.

Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi industri tekstil lain, terutama dalam mengoptimalkan penggunaan ruang atap dan menurunkan jejak karbon produksi. Jika target penghematan energi tercapai, Argo Manunggal dapat mengalokasikan surplus listrik ke jaringan publik, membuka peluang pendapatan tambahan dari penjualan listrik hijau.