LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Iran baru-baru ini menyampaikan rangkaian tuntutan kepada Amerika Serikat (AS) yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi penghentian konflik yang terus berlarut. Usulan tersebut disampaikan melalui draf perundingan yang menekankan langkah-langkah konkret, bukan sekadar pernyataan verbal.
Berikut poin-poin utama yang diajukan oleh pihak Tehran:
- Penghentian segera semua bentuk bantuan militer dan logistik yang diberikan AS kepada Ukraina, termasuk senjata, amunisi, serta pelatihan pasukan.
- Pelepasan total sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Iran, khususnya yang terkait dengan program nuklir dan sektor perbankan, dengan syarat Iran menegakkan transparansi melalui inspeksi internasional.
- Penghormatan atas kedaulatan wilayah Iran, termasuk penarikan semua pasukan atau operasi militer yang dilakukan di atau sekitar wilayah Iran.
- Pengembalian aset yang dibekukan milik warga dan entitas Iran di luar negeri.
- Pengakuan bersama atas hak Iran untuk mengembangkan program energi nuklir damai di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Dalam pernyataannya, pejabat Iran menegaskan bahwa semua tuntutan tersebut tidak bersifat mengikat secara hukum, melainkan merupakan ‘prinsip dasar’ yang harus dipenuhi untuk membuka jalur dialog yang konstruktif. Ia juga menambahkan bahwa Iran bersedia berpartisipasi dalam pertemuan multinasional yang melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk negara-negara Eropa, untuk memfasilitasi proses diplomatik.
Para pengamat menilai bahwa tuntutan ini mencerminkan upaya Tehran untuk mengurangi tekanan internasional yang selama ini dirasakan, sekaligus menguji kesiapan AS dalam mengubah kebijakan luar negeri yang selama ini pro-Ukraina. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa realisasi semua poin tersebut akan memerlukan negosiasi panjang dan komitmen politik yang kuat dari kedua belah pihak.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet