Di bawah dengung rumah pompa

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Hujan deras yang melanda Surabaya akhir pekan ini kembali menguji ketangguhan infrastruktur kota, khususnya jaringan rumah pompa yang berada di bawah permukaan tanah. Selama tiga hari terakhir, curah hujan mencapai lebih dari 200 mm, menyebabkan sejumlah wilayah mengalami genangan air yang meluas hingga menghambat aktivitas warga.

Rumah pompa, yang berfungsi mengalirkan air limpahan ke kanal utama, berada pada kedalaman tertentu sehingga suara dengung mesin dapat terdengar jelas di permukiman sekitar. Pada malam hari, banyak warga melaporkan suara berderak dan berderu yang menandakan pompa beroperasi penuh. Meskipun demikian, beberapa unit pompa mengalami kegagalan teknis, mengakibatkan aliran air terhambat dan genangan semakin dalam.

Berikut ini rangkuman situasi terkini:

  • Lokasi terdampak paling parah: daerah Genteng, Sawahan, dan Tegalsari.
  • Ketinggian genangan: mencapai 30–45 cm di jalan utama, lebih tinggi di area pemukiman rendah.
  • Jumlah rumah pompa yang beroperasi: 78 dari 92 unit; 14 unit mengalami kerusakan.
  • Respon pihak berwenang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mengerahkan tim teknisi dan menyiapkan pompa cadangan.

Pihak BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan langkah-langkah darurat, antara lain:

  1. Pengoperasian pompa tambahan dari daerah sekitarnya.
  2. Pengecekan rutin dan perbaikan pada unit yang bermasalah.
  3. Pemasangan pompa darurat portable di titik-titik rawan banjir.
  4. Pemberian peringatan kepada warga melalui media sosial dan sirine daerah.

Warga diimbau untuk menghindari area yang masih tergenang, tidak menyeberang sungai atau selokan yang meluap, serta mematuhi arahan tim penyelamat. Selain itu, mereka disarankan menyiapkan perlengkapan darurat seperti lampu senter, air bersih, dan makanan ringan.

Ke depan, Pemerintah Kota Surabaya berencana meningkatkan kapasitas rumah pompa dengan menambah volume tangki penyimpanan dan memperbaharui sistem kontrol otomatis. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir berulang pada musim hujan berikutnya.

Dengan koordinasi intensif antara lembaga terkait dan partisipasi aktif warga, diharapkan kota dapat kembali normal dalam waktu singkat meski hujan masih berlanjut.