LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan serta pemangku kepentingan terkait mempercepat penataan perlintasan sebidang guna meningkatkan keselamatan perjalanan penumpang.
Dalam rangka menurunkan angka kecelakaan di titik pertemuan jalur kereta dengan jalan umum, KAI dan DJKA telah menutup 29 perlintasan yang dianggap rawan. Penutupan tersebut merupakan langkah awal sebelum dilakukan pembangunan fasilitas pengganti seperti jembatan penyeberangan atau sistem pintu otomatis.
Beberapa langkah utama yang sedang dilaksanakan meliputi:
- Pembangunan jembatan penyeberangan (overpass) di perlintasan dengan volume kendaraan tinggi.
- Instalasi pintu pengaman otomatis yang terintegrasi dengan sinyal kereta.
- Peningkatan sistem peringatan visual dan audio bagi pengguna jalan.
- Relokasi perlintasan ke jalur alternatif yang lebih aman bila memungkinkan.
- Peningkatan pengawasan dan penegakan hukum di area perlintasan yang belum selesai.
Target KAI adalah menurunkan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang sebesar 30 % dalam dua tahun ke depan. Selain meningkatkan keamanan, penataan ini diharapkan dapat mengurangi keterlambatan kereta yang sering disebabkan oleh insiden di perlintasan.
Para pengguna jasa kereta diharapkan dapat berpartisipasi dengan mematuhi rambu lalu lintas, tidak melintasi rel secara sembarangan, serta melaporkan kondisi berbahaya kepada pihak berwenang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet