Menlu Sebut Presiden Dorong Penyelesaian Damai Thailand dan Kamboja

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Ketegangan di wilayah perbatasan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah terjadi bentrokan militer pada akhir pekan lalu, menewaskan beberapa prajurit dari kedua negara.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah pernyataan resmi menegaskan pentingnya penyelesaian damai atas perselisihan tersebut. Ia menyoroti peran Indonesia sebagai negara netral yang dapat membantu memediasi dialog antara kedua pihak.

Menlu RI, Retno Marsudi, mengutip dorongan Presiden tersebut dan menambahkan bahwa Indonesia siap menyumbangkan tenaga ahli serta menyediakan forum diplomatik yang kondusif. Menlu juga menekankan bahwa stabilitas kawasan Asia Tenggara merupakan prioritas bersama, terutama dalam kerangka kerja ASEAN.

Sejak tahun 2009, sengketa wilayah di daerah Preah Vihear dan Danau Tonle Sap menjadi sumber perselisihan berkepanjangan antara Thailand dan Kamboja. Meskipun telah ada keputusan Mahkamah Internasional, implementasinya masih mengalami hambatan di lapangan.

  • Langkah diplomatik yang diusulkan mencakup:
  • Pengiriman delegasi khusus Indonesia ke kedua negara untuk memfasilitasi pembicaraan.
  • Penyusunan mekanisme verifikasi bersama guna memantau situasi perbatasan.
  • Penyediaan platform mediasi dalam pertemuan ASEAN selanjutnya.

Pihak Thailand menyatakan kesiapan untuk kembali ke meja perundingan, sementara Kamboja menegaskan hak kedaulatan atas wilayah yang dipersengketakan. Kedua negara tampaknya terbuka terhadap peran Indonesia sebagai mediator netral.

Jika upaya mediasi berhasil, diharapkan dapat mengurangi risiko militerisasi lebih lanjut dan memperkuat kerja sama ekonomi lintas batas yang selama ini terhambat oleh konflik.