LintasWarganet.com – 09 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pada Sabtu, 9 Mei 2026, bahwa pemerintah tidak akan memaksa anak-anak dari keluarga kaya untuk mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan tersebut disampaikan saat beliau melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan, Gorontalo.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- MBG difokuskan pada wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan prevalensi gizi buruk yang signifikan.
- Pemerintah menyediakan makanan bergizi secara gratis melalui kerja sama dengan dinas kesehatan, dinas sosial, dan lembaga non‑pemerintah.
- Kriteria penerima bantuan didasarkan pada verifikasi data ekonomi rumah tangga, bukan pada identitas sosial atau status ekonomi tinggi.
- Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Reaksi masyarakat beragam. Sebagian mengapresiasi kebijakan yang menekankan pada penargetan tepat sasaran, sementara kelompok lain menilai bahwa kebijakan ini dapat menimbulkan stigma sosial bagi keluarga yang memang tidak membutuhkan bantuan.
Para pakar kebijakan publik menekankan pentingnya transparansi dan mekanisme verifikasi yang akurat. Dr. Anisa Rahma, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, berpendapat, “Program MBG harus dijalankan dengan data yang valid agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak yang paling membutuhkan.”
Di sisi lain, organisasi kemanusiaan mengingatkan pemerintah untuk tidak mengabaikan anak-anak di daerah semi‑miskin yang berada di antara dua kategori tersebut. Mereka menyerukan agar ada fleksibilitas dalam penentuan kriteria bantuan.
Dengan menegaskan bahwa tidak ada paksaan bagi keluarga kaya, Prabowo berharap program MBG dapat dipandang sebagai upaya pemerintah yang berkeadilan dan berorientasi pada peningkatan gizi anak secara nasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet