KKI Tekankan Pentingnya Aturan Pembatasan Masa Pakai Galon Guna Ulang

LintasWarganet.com – 09 Mei 2026 | Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menegaskan pentingnya penetapan aturan yang jelas mengenai batas masa pakai galon air minum yang dapat dipakai ulang. Menurut KKI, galon yang beredar di pasar saat ini belum memiliki standar penggunaan yang terukur, sehingga menimbulkan potensi risiko kesehatan bagi konsumen.

Galon reusable banyak dipilih karena praktis dan ekonomis, namun penggunaan secara terus‑menerus tanpa pengawasan dapat menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme, perubahan rasa, serta degradasi material plastik. KKI mengingatkan bahwa kontaminasi bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus aureus dapat berkembang pada permukaan galon yang sudah mengalami keausan.

Sebagai respons, KKI mengusulkan batas maksimal penggunaan galon selama dua tahun atau 150 kali pengisian, mana yang tercapai lebih dulu. Batas ini selaras dengan pedoman internasional yang diterapkan di beberapa negara maju. Setelah melewati batas tersebut, galon wajib diganti dengan unit baru atau didaur ulang secara resmi.

Untuk memastikan kepatuhan, KKI mengajak semua pemangku kepentingan—produsen, distributor, penjual, serta konsumen—untuk melakukan langkah‑langkah berikut:

  • Menandai galon dengan stiker atau label yang mencantumkan tanggal produksi dan estimasi masa pakai.
  • Melakukan pemeriksaan visual secara berkala terhadap kondisi fisik galon (retak, goresan, perubahan warna).
  • Menggunakan sabun cair dan air panas saat mencuci galon, serta menghindari penggunaan bahan kimia keras.
  • Mengembalikan galon yang sudah melewati batas ke titik pengumpulan yang disediakan oleh penyedia layanan air minum.

Berikut ini rangkuman rekomendasi KKI dalam bentuk tabel:

Usia Galon Jumlah Pengisian Risiko Kesehatan
0‑12 bulan 0‑90 kali Rendah
13‑24 bulan 91‑150 kali Menengah (potensi kontaminasi meningkat)
> 24 bulan > 150 kali Tinggi (harus diganti)

Dengan mengimplementasikan aturan tersebut, KKI berharap dapat menurunkan angka kasus keracunan makanan yang terkait dengan konsumsi air dari galon yang tidak terjaga kebersihannya. Selain itu, program daur ulang galon yang sudah usang diharapkan dapat mengurangi akumulasi limbah plastik di lingkungan.

KKI menutup dengan mengajak pemerintah untuk mempertimbangkan regulasi resmi yang mengatur masa pakai galon guna ulang, serta memberikan insentif bagi produsen yang menerapkan sistem pelabelan dan daur ulang yang transparan.