LintasWarganet.com – 09 Mei 2026 | Tragedi di Bekasi Timur yang menelan banyak korban menjadi pengingat keras akan bahaya perlintasan sebidang yang tidak terkontrol. Menanggapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan percepatan penutupan dan penyempitan perlintasan liar di seluruh jaringan kereta api nasional.
Langkah ini melibatkan koordinasi intensif antara KAI, pemerintah daerah, kepolisian, dan Badan Pengatur Jalan Tol. Fokus utama adalah menurunkan angka kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan bermotor, serta meningkatkan rasa aman bagi pengguna lintas jalan.
- Identifikasi dan Prioritas: Tim teknis KAI memetakan lebih dari 4.000 perlintasan sebidang, mengklasifikasikan 150 titik paling berisiko untuk penutupan pertama.
- Penyempitan Jalur: Di perlintasan yang masih dipertahankan, lebar jalur diperketat dengan pemasangan rambu-rambu visual, lampu peringatan, dan sensor deteksi kereta.
- Pembebasan Anggaran: Pemerintah menyalurkan dana khusus sebesar Rp 1,2 triliun untuk pembangunan pagar pengaman, sinyal otomatis, dan penghalang pintu gerbang.
- Edukasi Publik: Kampanye penyuluhan melalui media sosial, radio, dan sekolah diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perlintasan liar.
Implementasi diharapkan selesai dalam tiga tahun ke depan, dengan target penutupan total 80% perlintasan liar yang teridentifikasi. Selain mengurangi korban jiwa, langkah ini diproyeksikan menurunkan kerugian ekonomi akibat kecelakaan sebesar 30% pada akhir periode tersebut.
KAI menegaskan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api, sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam menegakkan disiplin berlalu lintas di sekitar rel.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet