Presiden Iran Tegaskan Kesediaan Mengakhiri Konflik Meski Masih Kurang Percaya pada Amerika Serikat

LintasWarganet.com – 08 Mei 2026 | Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan pada Rabu, 6 Mei 2024, bahwa negara tetangganya siap menempuh jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun‑tahun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri wartawan domestik dan internasional.

Pezeshkian menambahkan beberapa poin utama yang menjadi prasyarat bagi Iran untuk melanjutkan proses perdamaian:

  • Penghentian semua bentuk ancaman militer dari pihak Amerika Serikat dan sekutunya.
  • Pencabutan sanksi ekonomi yang dianggap tidak adil dan menekan perekonomian rakyat Iran.
  • Pengakuan kedaulatan Iran atas wilayah dan kebijakan dalam negeri tanpa campur tangan eksternal.
  • Komitmen bersama untuk menjamin keamanan regional melalui mekanisme verifikasi independen.

Meski mengakui adanya ruang untuk dialog, Pezeshkian menegaskan bahwa “kepercayaan tidak dapat dipulihkan dalam semalam”. Ia mengingatkan bahwa upaya diplomatik harus dibarengi dengan tindakan nyata yang menunjukkan itikad baik dari kedua belah pihak.

Pernyataan ini datang setelah serangkaian pertemuan bilateral yang diwarnai ketegangan, termasuk tuduhan penggunaan drone bersenjata dan sanksi tambahan yang dijatuhkan oleh Washington. Pemerintah Iran berharap bahwa dengan menegaskan kesiapan diplomatik, negara tersebut dapat membuka peluang bagi perdamaian yang berkelanjutan sekaligus menekan tekanan internasional.

Pengamat politik menilai bahwa sikap Iran yang bersikap terbuka terhadap dialog namun tetap kritis terhadap AS mencerminkan strategi diplomatik yang hati‑hati. “Iran ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia siap berdialog, namun tidak akan mengorbankan kepentingan nasionalnya demi tekanan luar,” ujar seorang analis senior di sebuah lembaga think‑tank regional.