LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Majelis Agama Indonesia (MAKI) menyatakan keprihatinan atas lambatnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menindaklanjuti dugaan korupsi pada proyek pembangunan jalan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Menurut pernyataan resmi MAKI, proses penyelidikan yang berlarut-larut menimbulkan keraguan publik terhadap efektivitas penegakan hukum di sektor infrastruktur.
MAKI menyoroti beberapa hal penting:
- Kurangnya transparansi dalam tahapan penyelidikan KPK.
- Penundaan yang dianggap tidak proporsional mengingat besarnya nilai anggaran proyek.
- Dampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga anti‑korupsi.
Untuk mengatasi hal tersebut, MAKI mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, LSM, dan warga umum, agar lebih aktif melakukan pengawasan. MAKI menekankan bahwa partisipasi publik dapat mempercepat proses penyelesaian kasus dan mendorong akuntabilitas yang lebih tinggi.
Selanjutnya, MAKI menuntut KPK untuk memberikan penjelasan resmi mengenai kendala yang dihadapi serta menetapkan jadwal penyelesaian yang realistis. Harapannya, kasus dugaan korupsi jalan Mempawah dapat segera mencapai kepastian hukum, sehingga pembangunan infrastruktur dapat berlanjut tanpa hambatan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet