China respons Trump, tegaskan kedaulatan harus dihormati di Hormuz

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok menegaskan kembali pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dalam konteks Selat Hormuz setelah serangkaian pernyataan yang dianggap provokatif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pada sebuah konferensi pers yang diadakan di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengancam stabilitas kawasan harus dihindari, terutama yang berkaitan dengan jalur pelayaran strategis tersebut.

Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terbesar di dunia. Karena posisinya yang strategis, wilayah ini sering menjadi sorotan dalam dinamika geopolitik, terutama antara Amerika Serikat dan negara-negara di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, China menyoroti bahwa kedaulatan dan kepentingan nasional negara-negara di sekitar Selat Hormuz tidak boleh dilanggar oleh kekuatan luar.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh pemerintah China:

  • Setiap upaya yang dapat memicu ketegangan militer di Selat Hormuz harus dihentikan.
  • Negara-negara di kawasan tersebut berhak atas kebebasan navigasi yang tidak terhalang, selaras dengan hukum internasional.
  • Penggunaan sanksi ekonomi atau tindakan unilateralisme yang dapat mengganggu aliran minyak harus dipertimbangkan secara hati-hati.
  • Dialog multilateral tetap menjadi jalur terbaik untuk menyelesaikan perselisihan di kawasan strategis ini.

China juga menekankan bahwa kerjasama ekonomi dan keamanan di wilayah tersebut harus dibangun atas dasar saling menghormati, bukan melalui paksaan atau ancaman militer. Pernyataan ini muncul bersamaan dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta kebijakan luar negeri Trump yang menekankan penegakan kebijakan “America First”.

Para pengamat menilai bahwa sikap China ini mencerminkan upaya Beijing untuk memperkuat peranannya sebagai mediator dalam isu-isu keamanan maritim, sekaligus menegaskan posisi negara tersebut sebagai pemain utama dalam tata kelola perdagangan global.