China Sebut Kunjungan Lai Ching‑te ke Eswatini sebagai “menyelinap”

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok mengecam kunjungan resmi Perdana Menteri Taiwan, Lai Ching‑te, ke Kerajaan Eswatini pada akhir pekan lalu, menyebutnya sebagai tindakan “menyelinap” yang melanggar prinsip kedaulatan dan kebijakan satu‑China.

Berikut beberapa poin utama yang disorot dalam pernyataan China:

  • Penunjukan Lai Ching‑te sebagai “pemerintahan yang tidak sah” dan “pihak yang menyelinap” ke dalam wilayah yang diakui sebagai bagian dari China.
  • Penegasan kembali kebijakan satu‑China sebagai landasan utama dalam setiap hubungan luar negeri negara‑negara lain.
  • Peringatan bahwa negara‑negara yang memberi dukungan atau mengizinkan kunjungan resmi Taiwan dapat menghadapi konsekuensi diplomatik.

Sementara itu, pemerintah Eswatini menanggapi bahwa kunjungan tersebut bersifat resmi dan merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi serta pertukaran budaya antara Eswatini dan Taiwan. Eswatini belum pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan China sejak tahun 1971, sehingga hubungan dengan Taiwan tetap berlanjut.

Lai Ching‑te, dalam pidatonya di Mbabane, menekankan pentingnya kerja sama pembangunan, khususnya dalam bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Ia juga menegaskan komitmen Taiwan untuk terus mendukung negara‑negara kecil yang membutuhkan bantuan internasional.

Komentar dari pakar hubungan internasional menilai bahwa insiden ini menambah ketegangan di kawasan Asia‑Pasifik serta memperlihatkan persaingan diplomatik antara Beijing dan Taipei di Afrika. Beberapa analis memperkirakan bahwa China mungkin akan meningkatkan tekanan diplomatik atau ekonomi terhadap negara‑negara yang memilih mengakui Taiwan.